Tak Ada Istilah Sepi Kerja, Wahyudin Akili: Publikasikan Kinerja Bawaslu, Jaga Kepercayaan Publik
|
Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo – Bawaslu Provinsi Gorontalo menggelar apel rutin yang diikuti seluruh jajaran di lingkungan Sekretariat Bawaslu Provinsi Gorontalo di halaman kantor, Senin (29/6/2026). Apel dipimpin oleh Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Wahyudin Akili, serta dihadiri pejabat struktural, pejabat fungsional, dan seluruh pegawai sebagai momentum konsolidasi pelaksanaan tugas menjelang memasuki Semester II Tahun 2026.
Dalam amanatnya, Wahyudin Akili menegaskan bahwa apel rutin bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi sarana untuk memastikan kesiapan seluruh jajaran dalam melaksanakan program dan kegiatan selama satu pekan ke depan. Selain itu, apel juga menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi serta menyamakan persepsi dalam mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan.
Memasuki penghujung Juni 2026, Wahyudin mengingatkan seluruh jajaran agar segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan selama Semester I. Menurutnya, hasil evaluasi tersebut menjadi pijakan penting dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program pada Semester II, termasuk memperkuat kedisiplinan, kekompakan, dan soliditas organisasi.
"Hari ini kita sudah berada di penghujung bulan Juni. Seharusnya kita sudah mulai melakukan evaluasi terhadap program dan kegiatan selama Semester I. Memasuki Semester II, hal-hal yang bersifat prinsip seperti disiplin, kekompakan, dan soliditas harus terus kita jaga dan tingkatkan," ujar Wahyudin.
Bawaslu Provinsi Gorontalo saat menggelar apel rutin yang diikuti seluruh jajaran di lingkungan Sekretariat Bawaslu Provinsi Gorontalo di halaman kantor, Senin (29/6/2026)
Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk terus menghadirkan inovasi meskipun saat ini penyelenggaraan pemilu berada pada masa non tahapan. Menurutnya, Bawaslu tetap memiliki berbagai agenda strategis yang harus dilaksanakan, seperti program Konsolidasi Demokrasi, Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), serta pemutakhiran data partai politik. Karena itu, ia menegaskan bahwa tidak tepat apabila muncul anggapan bahwa Bawaslu tidak memiliki pekerjaan pada masa non tahapan.
Wahyudin menambahkan, berbagai aktivitas yang dilaksanakan Bawaslu perlu dipublikasikan secara optimal agar diketahui masyarakat. Dengan keterbukaan informasi tersebut, publik dapat melihat bahwa Bawaslu terus bekerja dalam menjaga kualitas demokrasi, sekaligus menumbuhkan optimisme masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu yang berintegritas.
"Banyak kegiatan yang kita laksanakan pada masa non tahapan. Karena itu, apa yang memang menjadi konsumsi publik harus kita publikasikan. Mari kita bangun optimisme masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu dan bersama-sama menjaga citra baik lembaga dengan memberikan kinerja terbaik serta terus memperkuat sinergi di lingkungan Bawaslu," pungkasnya.
Penulis/Foto: Fitri
Editor: Syarif