Dorong Budaya Kerja Sehat dan Profesional, Arya Mega Natalady Sumbayak Ikuti Pembinaan dan Evaluasi Nasional
|
Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo – Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Gorontalo, Arya Mega Natalady Sumbayak, dan Kepala Bagian Administrasi Admira Wantogia mengikuti Rapat Pembinaan dan Evaluasi Bawaslu/Panwaslih Provinsi serta Bawaslu/Panwaslih Kabupaten/Kota yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia melalui Zoom Meeting, Senin (27/07/2026). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, tersebut menjadi forum nasional untuk mengevaluasi pengelolaan sumber daya manusia, kebijakan mutasi pegawai, penguatan manajemen talenta, hingga upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif di lingkungan Bawaslu.
Dalam arahannya, Ferdinand menyoroti meningkatnya permohonan mutasi pegawai dari berbagai daerah, khususnya pegawai yang bertugas di luar daerah asalnya. Menurutnya, fenomena tersebut perlu dikaji secara menyeluruh agar kebijakan mutasi tidak hanya mempertimbangkan alasan personal, tetapi juga kebutuhan organisasi serta pemerataan sumber daya manusia di seluruh satuan kerja Bawaslu. Ia menegaskan bahwa setiap permohonan mutasi akan dipantau dan dipelajari terlebih dahulu sebelum diputuskan.
“Meningkatnya permintaan mutasi menjadi perhatian serius bagi kita. Kebijakan mutasi tidak dapat dilakukan secara otomatis, tetapi harus melalui pemetaan profil pegawai, kebutuhan organisasi, serta memastikan distribusi SDM tetap berimbang di seluruh daerah. Belum tentu seluruh permohonan dapat disetujui karena yang menjadi prioritas adalah kepentingan organisasi dan kualitas pelayanan kelembagaan,” ujar Ferdinand.
Rapat Pembinaan dan Evaluasi Bawaslu/Panwaslih Provinsi serta Bawaslu/Panwaslih Kabupaten/Kota, melalui Zoom Meeting, Senin (27/07/2026)
Selain membahas mutasi, Sekretaris Jenderal Bawaslu RI juga menekankan pentingnya menjaga kualitas rekrutmen dan pengembangan sumber daya manusia. Ia meminta seluruh jajaran yang terlibat dalam proses administrasi kepegawaian agar lebih selektif dalam menerima pegawai baru dengan memperhatikan kompetensi, integritas, karakter, serta kesehatan mental. Menurutnya, lingkungan kerja yang sehat harus dibangun dengan menghadirkan pegawai yang mampu bekerja sama, memiliki etos kerja yang baik, dan tidak membawa budaya kerja yang bersifat toksik sehingga dapat mengganggu kinerja organisasi.
Ferdinand juga mengingatkan bahwa tingginya beban kerja di lingkungan Bawaslu, terutama saat tahapan Pemilu dan Pemilihan berlangsung, membutuhkan perhatian terhadap kesehatan mental pegawai. Oleh karena itu, kebijakan Work From Home (WFH) yang diterapkan secara terbatas harus dimaknai sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas sekaligus memberikan ruang pemulihan bagi pegawai, bukan sebagai bentuk pengurangan tanggung jawab. Ia menambahkan, penerapan manajemen kinerja, manajemen talenta, serta sistem penilaian 360 derajat akan terus diperkuat untuk membangun budaya kerja yang profesional, objektif, dan berorientasi pada kenyamanan serta kesejahteraan pegawai.
Rapat Pembinaan dan Evaluasi Bawaslu/Panwaslih Provinsi serta Bawaslu/Panwaslih Kabupaten/Kota, melalui Zoom Meeting, Senin (27/07/2026)
Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Gorontalo Arya Mega Natalady Sumbayak menyatakan bahwa penguatan manajemen sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam menjaga profesionalisme dan kinerja organisasi.
“Arahan Sekretaris Jenderal Bawaslu RI memberikan perspektif yang komprehensif mengenai pentingnya pengelolaan SDM yang profesional, mulai dari kebijakan mutasi, manajemen talenta, hingga perhatian terhadap kesehatan mental pegawai. Hal ini menjadi pengingat bagi kita untuk terus membangun lingkungan kerja yang kondusif, memperkuat kolaborasi, dan memastikan setiap pegawai dapat bekerja secara optimal demi mendukung tercapainya tujuan kelembagaan Bawaslu,” Pungkasnya.
Penulis/Foto: Fitri
Editor: Syarif