Maknai Hari Buruh dan Hardiknas, Nikson Entengo Tekankan Disiplin Kinerja dan Efisiensi Anggaran
|
Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo — Momentum peringatan Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional menjadi sorotan dalam apel rutin yang dipimpin Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Gorontalo, Nikson Entengo, Senin (04/05/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, yakni Moh. Fadjri Arsyad, Wahyudin Akili, dan Lismawy Ibrahim, bersama pejabat struktural serta seluruh pegawai.
Dalam arahannya, Nikson menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional tidak hanya bersifat seremonial, tetapi harus menjadi refleksi bagi aparatur negara dalam meningkatkan etos kerja dan kualitas kinerja. Ia menekankan bahwa nilai-nilai perjuangan dan pendidikan harus diinternalisasi dalam pelaksanaan tugas, khususnya dalam fungsi pengawasan pemilu. “Semangat Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional harus kita jiwai dan implementasikan dalam seluruh koridor pemerintahan, terlebih dalam tugas kita sebagai pengawas pemilihan umum,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nikson juga menyoroti capaian pelaksanaan rencana aksi tahun 2026 yang harus terus dipacu. Ia meminta seluruh jajaran, termasuk tenaga pendukung, untuk memastikan setiap tugas berjalan sesuai norma dan tanggung jawab yang telah ditetapkan. “Setiap tenaga pendukung harus memastikan norma tanggung jawab berjalan dengan baik agar seluruh program dapat terlaksana secara optimal,” tegasnya.
Apel Rutin di Lingkungan Bawaslu Provinsi Gorontalo, Senin (04/05/2026)
Pada aspek pengelolaan administrasi, Nikson menginstruksikan agar dilakukan penyusunan dan pendataan ulang terhadap Barang Milik Negara (BMN) sesuai instruksi Bawaslu RI. Ia juga mengingatkan pentingnya ketertiban dokumen, khususnya terkait Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) tahun 2025 agar segera dirampungkan dan tersimpan rapi dalam sistem pengarsipan.
Selain itu, ia menekankan perlunya efisiensi dalam penggunaan anggaran, termasuk penghematan alat tulis kantor dan pemanfaatan fasilitas kantor secara bijak. “Dalam kondisi efisiensi anggaran saat ini, kita harus mampu mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada tanpa mengurangi kualitas kinerja,” jelasnya.
Menutup arahannya, Nikson mengingatkan seluruh pegawai untuk memahami secara mendalam Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) masing-masing. Ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi merupakan hal mendasar bagi setiap pegawai. “Saya mohon atensi untuk mempelajari Anjab dan ABK kita masing-masing, jangan sampai justru orang lain yang lebih memahami tugas kita,” pungkasnya.
Penulis/Foto: Fitri
Editor: Syarif