Bawaslu Provinsi Gorontalo Resmi Buka Pendidikan Pengawasan Partisipatif Serentak di Enam Daerah
|
Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo - Bawaslu Provinsi Gorontalo secara resmi membuka kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang dilaksanakan serentak di seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo, Selasa (19/05/2026). Kegiatan pembukaan dimulai pada pukul 09.00 Wita sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan partisipatif masyarakat menuju demokrasi yang berkualitas dan bermartabat.
Pembukaan kegiatan dilakukan secara serentak oleh pimpinan dan jajaran Bawaslu Provinsi Gorontalo di masing-masing daerah. Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli membuka kegiatan di Bawaslu Kabupaten Gorontalo. Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Moh. Fadjri Arsyad membuka P2P di Bawaslu Kabupaten Boalemo, Lismawy Ibrahim di Bawaslu Kabupaten Gorontalo Utara, Wahyudin Akili di Bawaslu Kabupaten Pohuwato, dan John Hendri Purba di Bawaslu Kabupaten Bone Bolango. Sementara itu, pembukaan P2P di Bawaslu Kota Gorontalo dilakukan oleh Kepala Bagian Administrasi Bawaslu Provinsi Gorontalo, Admira Wantogia.
Dalam sambutannya, Idris Usuli menekankan pentingnya peserta memahami setiap materi yang disampaikan narasumber selama pelaksanaan pendidikan pengawasan partisipatif. Menurutnya, pemahaman yang baik akan melahirkan masyarakat yang mampu terlibat aktif dalam mengawal jalannya demokrasi.
“Peserta diharapkan dapat memperhatikan seluruh materi dari narasumber agar memahami bagaimana cara untuk bisa menjadi pengawas partisipatif,” ujar Idris Usuli saat membuka kegiatan di Kabupaten Gorontalo.
Sementara itu, Lismawy Ibrahim saat membuka P2P di Bawaslu Gorontalo Utara menyampaikan bahwa Bawaslu tidak hanya ingin menghadirkan peserta pelatihan, tetapi juga melahirkan agen perubahan yang mampu menjadi penggerak demokrasi di tengah masyarakat. Ia berharap para peserta dapat menumbuhkan kesadaran publik untuk bersama-sama menjaga kualitas demokrasi ke depan.
“Bawaslu menginginkan setelah mengikuti P2P peserta tidak hanya menjadi peserta pelatihan semata, tetapi menjadi agen perubahan dan penggerak demokrasi yang mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk bisa mengawal demokrasi ke depan,” ungkap Lismawy Ibrahim.
Bawaslu Provinsi Gorontalo saat membuka secara resmi kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang dilaksanakan serentak di seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo, Selasa (19/05/2026
Di sisi lain, Moh. Fadjri Arsyad menjelaskan bahwa Pendidikan Pengawasan Partisipatif merupakan salah satu strategi pencegahan yang dilakukan Bawaslu dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengawasan Pemilu dan Pemilihan. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi elemen penting dalam menciptakan proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
“P2P merupakan strategi pencegahan dengan melibatkan masyarakat untuk sama-sama menjadi pengawas partisipatif,” kata Moh. Fadjri Arsyad saat membuka P2P di Bswaslu Boalemo.
John Hendri Purba, dalam pembukaan P2P di Kabupaten Bone Bolango juga menegaskan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan bersama. Menurutnya, pengawasan partisipatif merupakan tanggung jawab kolektif yang harus terus diperkuat.
“Pengawasan Pemilu tidak hanya menjadi tugas Bawaslu, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat agar demokrasi dapat berjalan dengan baik dan berintegritas,” ujar John Hendri Purba.
Sementara itu, Wahyudin Akili saat membuka kegiatan di Kabupaten Pohuwato menyampaikan bahwa pendidikan pengawasan partisipatif menjadi langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi demokrasi di daerah. Ia berharap peserta mampu menjadi penyambung informasi serta penggerak pengawasan di lingkungan masing-masing.
“Melalui kegiatan ini kami berharap lahir pengawas-pengawas partisipatif yang mampu menjadi mitra Bawaslu dalam menjaga kualitas demokrasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan Pemilu,” tutur Wahyudin Akili.
Penulis/Foto/Editor: Humas Bws Provinsi Gorontalo