Wahyudin: Konsolidasi Demokrasi Perkuat Komunikasi dan Pencegahan Pelanggaran
|
Kabupaten Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo – Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Wahyudin Akili, menegaskan bahwa konsolidasi demokrasi merupakan bagian penting dalam memperkuat komunikasi serta pencegahan pelanggaran Pemilu. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan konsolidasi demokrasi bersama Partai Amanat Nasional (PAN) di Kantor DPW PAN Provinsi Gorontalo, Selasa (28/04/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli, dan dihadiri Anggota Moh. Fadjri Arsyad serta Lismawy Ibrahim. Turut mendampingi Kepala Bagian Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu dan Hukum, Yusnandar Karim, bersama staf, serta diterima oleh Ketua DPW PAN Gorontalo, Anas Jusuf dan jajaran pengurus.
Dalam keterangannya, Wahyudin Akili menyampaikan pentingnya ruang diskusi antara Bawaslu dan berbagai pihak. “Kegiatan konsolidasi demokrasi menjadi bagian yang penting bagi Bawaslu untuk bisa berdiskusi dengan semua pihak,” ujarnya.
Kegiatan konsolidasi demokrasi bersama Partai Amanat Nasional (PAN) di Kantor DPW PAN Provinsi Gorontalo, Selasa (28/04/2026)
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menghimpun berbagai informasi sebagai bahan evaluasi. “Diharapkan dapat menghimpun informasi sebanyak mungkin sebagai bahan evaluasi agar ke depan pola pengawasan kami bisa lebih adaptif, sehingga regulasi yang diharapkan dapat berkesuaian dengan dinamika di lapangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa konsolidasi ini juga menjadi langkah preventif terhadap potensi pelanggaran. “Kemudian juga dalam rangka mencegah sejak dini terhadap isu-isu pelanggaran Pemilu,” tegasnya. Ia juga berharap partai politik dapat menjalankan pendidikan politik secara optimal. “Melalui kesempatan ini kami berharap pendidikan politik secara formil yang diatur di internal DPW bisa dilakukan dengan baik,” pungkasnya.
Penulis: Fitri
Foto: Najir
Editor: Syarif