Wahyudin Akili: IKU Jadi Patokan Mengukur Capaian Target Kinerja
|
Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo – Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo Wahyudin Akili menilai Indikator Kinerja Utama (IKU) menjadi instrumen yang dapat mempermudah jajaran Bawaslu dalam mengukur pelaksanaan dan ketercapaian target kinerja. Hal tersebut disampaikannya dalam pembahasan IKU Tahun 2026 bersama jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota di Amin Abdullah Bawaslu Provinsi Gorontalo, Rabu (12/8/2026).
Dalam pembahasan tersebut, Wahyudin memberikan perhatian terhadap indikator yang berkaitan dengan kepatuhan dalam menghasilkan produk hukum. Menurutnya, berbagai keputusan maupun produk hukum lain yang dihasilkan dalam pelaksanaan tugas Bawaslu dapat menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam melihat pengembangan kinerja organisasi.
“Kepatuhan dalam melahirkan produk hukum, termasuk kegiatan yang sering kita lakukan seperti menghasilkan keputusan dan produk hukum lainnya, menurut saya merupakan salah satu hal yang dapat kita lihat dalam konteks inovasi kita,” ujar Wahyudin.
Ia juga menekankan bahwa setiap produk hukum yang dihasilkan oleh masing-masing bagian tetap harus melalui proses telaah pada bagian yang membidangi hukum. Mekanisme tersebut diperlukan untuk memastikan produk yang dihasilkan telah melalui pencermatan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
Rapat Pembahasan IKU Tahun 2026 bersama jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota di Amin Abdullah Bawaslu Provinsi Gorontalo, Rabu (12/8/2026)
“Setiap produk hukum yang keluar dari masing-masing bagian harus tetap melewati telaah di bagian hukum. Ini penting agar setiap produk yang kita hasilkan dapat dipastikan dan dicermati sebelum ditetapkan,” katanya.
Wahyudin menambahkan, keberadaan IKU pada dasarnya membantu jajaran dalam mengarahkan pelaksanaan pekerjaan berdasarkan indikator dan target yang telah ditetapkan. Karena itu, IKU perlu dipahami sebagai alat untuk melihat sejauh mana sasaran kinerja yang direncanakan berhasil diwujudkan.
“IKU ini sebenarnya mempermudah kerja-kerja kita. Yang menjadi patokan adalah sejauh mana target yang sudah kita tetapkan itu dapat tercapai,” tegas Wahyudin.
Ia berharap penyusunan IKU Tahun 2026 dapat mendorong setiap jajaran bekerja lebih terarah dan mampu mempertanggungjawabkan capaian berdasarkan indikator yang telah ditetapkan. Dengan demikian, IKU dapat menjadi instrumen untuk mengukur sekaligus memperkuat kualitas kinerja Bawaslu secara berkelanjutan.
Penulis/Foto: Fitri
Editor: Syarif