Idris : Fokus pada Kepatuhan Prosedur dan Isu Krusial dalam Pilkada 2024
|
Gorontalo — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Gorontalo mengintensifkan pengawasan terhadap kepatuhan prosedur dan isu-isu krusial yang berpotensi menimbulkan kerawanan dalam tahapan Pilkada 2024. Pengawasan ini menjadi fokus utama Bawaslu seiring dengan persiapan pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo.
Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli, mengungkapkan bahwa identifikasi potensi kerawanan sudah dilakukan dan menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengawasan. "Kami telah mengidentifikasi potensi kerawanan yang berimplikasi pada pelanggaran pemilihan. Ini menjadi fokus utama dalam memastikan setiap tahapan Pilkada berjalan sesuai prosedur," ujar Idris dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penerimaan Pendaftaran dan penggunaan Aplikasi SILON yang digelar oleh KPU Provinsi Gorontalo di Hotel Grand-Q, Sabtu (24/08/2024).
[caption id="attachment_9482" align="aligncenter" width="1600"]
Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo Idris Usuli saat menjadi Narasumber pada Rapat Koordinasi di Hotel Grand-Q, Sabtu (24/08/2024).[/caption]
Dalam paparannya, Idris juga menyampaikan Bawaslu Telah melakukan beberapa kegiatan dalam rangka pencegahan dalam pengawasan pencalonan, baik untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota. Ia menyatakan bahwa Bawaslu akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meminimalisir potensi pelanggaran yang dapat terjadi.
"Kami tidak hanya fokus pada pengawasan prosedural, tetapi juga pada isu-isu krusial yang dapat memengaruhi jalannya pemilihan. Pencegahan adalah kunci, dan kami berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga integritas proses Pilkada 2024," tambah Idris.
Idris berharap, dengan pengawasan yang ketat dan koordinasi yang baik, potensi pelanggaran dalam tahapan pencalonan dapat diminimalisir.
Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo Idris Usuli saat menjadi Narasumber pada Rapat Koordinasi di Hotel Grand-Q, Sabtu (24/08/2024).[/caption]
Dalam paparannya, Idris juga menyampaikan Bawaslu Telah melakukan beberapa kegiatan dalam rangka pencegahan dalam pengawasan pencalonan, baik untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota. Ia menyatakan bahwa Bawaslu akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meminimalisir potensi pelanggaran yang dapat terjadi.
"Kami tidak hanya fokus pada pengawasan prosedural, tetapi juga pada isu-isu krusial yang dapat memengaruhi jalannya pemilihan. Pencegahan adalah kunci, dan kami berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga integritas proses Pilkada 2024," tambah Idris.
Idris berharap, dengan pengawasan yang ketat dan koordinasi yang baik, potensi pelanggaran dalam tahapan pencalonan dapat diminimalisir.