Hari Kedua Evaluasi IKP 2024, Bawaslu Provinsi Gorontalo Perkuat Pengawasan Berbasis Data
|
Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo – Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo Moh. Fadjri Arsyad bersama Kepala Bagian Pengawasan Pemilu dan Humas mengikuti hari kedua Sosialisasi Model Evaluasi dan Pengumpulan Data Pendukung Evaluasi Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024 yang diselenggarakan Bawaslu RI secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Bawaslu dalam menyempurnakan model evaluasi IKP sebagai instrumen strategis untuk memperkuat pengawasan dan pencegahan pelanggaran menjelang Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.
Memasuki hari kedua, pembahasan difokuskan pada penguatan metodologi evaluasi IKP, mekanisme pengumpulan data pendukung, serta penyempurnaan indikator kerawanan agar mampu menghasilkan pemetaan yang lebih akurat, objektif, dan adaptif terhadap dinamika penyelenggaraan pemilu. Kegiatan diikuti jajaran Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia sebagai bagian dari proses penyamaan persepsi dalam penyusunan evaluasi IKP 2024.
Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo Moh. Fadjri Arsyad mengatakan, evaluasi IKP memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pengawasan berbasis data. Menurutnya, hasil evaluasi tidak hanya menjadi bahan pemetaan kerawanan, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran.
"Evaluasi IKP menjadi momentum bagi seluruh jajaran Bawaslu untuk memperkuat kualitas data pengawasan. Semakin akurat data yang dihimpun, semakin tepat pula langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam mengantisipasi potensi pelanggaran pada setiap tahapan pemilu," ujar Fadjri.
Sosialisasi Model Evaluasi dan Pengumpulan Data Pendukung Evaluasi Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024, melalui Zoom Meeting, Rabu (5/8/2026)
Ia menambahkan, penguatan sistem dokumentasi dan pelaporan hasil pengawasan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas Indeks Kerawanan Pemilu. Oleh karena itu, seluruh jajaran pengawas pemilu diharapkan terus meningkatkan ketelitian dalam mengumpulkan, memverifikasi, dan mendokumentasikan data agar dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengambilan kebijakan pengawasan.
"IKP bukan sekadar mengukur tingkat kerawanan suatu daerah, tetapi menjadi instrumen untuk membaca risiko sejak dini sehingga Bawaslu dapat menyusun langkah mitigasi secara lebih efektif. Karena itu, kualitas data menjadi kunci utama dalam membangun sistem pengawasan yang adaptif," tambahnya.
Melalui keikutsertaan dalam sosialisasi hari kedua tersebut, Bawaslu Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan Indeks Kerawanan Pemilu sebagai early warning system yang mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai potensi kerawanan. Hasil evaluasi IKP diharapkan dapat menjadi landasan dalam memperkuat strategi pencegahan, meningkatkan efektivitas pengawasan, serta menjaga integritas penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.
Penulis/Foto: Fitri
Editor: Syarif