Fadjri: Kualitas Data Pemilih Harus Akurat
|
Gorontalo – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Gorontalo, Moh. Fadjri Arsyad, melakukan supervisi dan monitoring terhadap pelaksanaan pengawasan tahapan pemutakhiran data pemilih yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kecamatan Mananggu, Senin (5/8/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kualitas data pemilih menjelang pemilihan mendatang.
Fadjri menekankan pentingnya kualitas data melalui rapat pleno persiapan Daftar Pemilih Sementara (DPS). "Melalui rapat pleno persiapan DPS, kualitas data kita sangat penting sehingga bisa menjadi kacamata dari kualitas pengawasan kita. Karena seluruh rangkaian pengawasan kita, output-nya adalah laporan hasil pengawasan," ungkap Fadjri.
[caption id="attachment_9232" align="aligncenter" width="2560"]
Moh. Fadjri Arsyad, melakukan supervisi dan monitoring terhadap pelaksanaan pengawasan tahapan pemutakhiran data pemilih yang dilaksanakan oleh KPU melaui PPS di Kecamatan Mananggu, Senin (5/8/2024)[/caption]
Fadjri juga menyampaikan beberapa langkah penting yang harus dilakukan dalam proses pemutakhiran data. Langkah pertama adalah melakukan koordinasi yang efektif di setiap tingkatan terkait rekapitulasi data. Koordinasi ini penting untuk memastikan bahwa semua data yang diproses adalah data yang relevan dan up-to-date.
Selanjutnya, data yang dibawa dalam koordinasi haruslah merupakan data pembanding yang berkualitas. "Data pembanding yang berkualitas akan sangat membantu dalam memastikan keakuratan data pemilih yang dikumpulkan kumpulkan," ujar Fadjri.
Terakhir, untuk memastikan hasil pemutakhiran data yang akurat, Fadjri mengungkapkan perlunya mekanisme pencocokan data dengan pola 10 kartu keluarga setiap harinya. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahan dan meningkatkan kualitas data pemilih yang akan digunakan dalam pemilihan mendatang.
Moh. Fadjri Arsyad, melakukan supervisi dan monitoring terhadap pelaksanaan pengawasan tahapan pemutakhiran data pemilih yang dilaksanakan oleh KPU melaui PPS di Kecamatan Mananggu, Senin (5/8/2024)[/caption]
Fadjri juga menyampaikan beberapa langkah penting yang harus dilakukan dalam proses pemutakhiran data. Langkah pertama adalah melakukan koordinasi yang efektif di setiap tingkatan terkait rekapitulasi data. Koordinasi ini penting untuk memastikan bahwa semua data yang diproses adalah data yang relevan dan up-to-date.
Selanjutnya, data yang dibawa dalam koordinasi haruslah merupakan data pembanding yang berkualitas. "Data pembanding yang berkualitas akan sangat membantu dalam memastikan keakuratan data pemilih yang dikumpulkan kumpulkan," ujar Fadjri.
Terakhir, untuk memastikan hasil pemutakhiran data yang akurat, Fadjri mengungkapkan perlunya mekanisme pencocokan data dengan pola 10 kartu keluarga setiap harinya. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahan dan meningkatkan kualitas data pemilih yang akan digunakan dalam pemilihan mendatang.