Fadjri Arsyad Ikuti Lokakarya Kebijakan TikTok pada Pemilihan 2024
|
Jakarta - Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Moh Fadjri Arsyad, Ikut dalam Lokakarya Kebijakan TikTok Indonesia yang digelar oleh Bawaslu RI di Jakarta, pada Rabu (9/10/2024). Lokakarya ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait kebijakan platform TikTok terhadap konten politik, terutama pada Pemilihan Serentak 2024.
Acara ini diselenggarakan untuk memperkuat upaya dalam menghadapi tantangan misinformasi dan disinformasi yang sering kali beredar di media sosial selama proses pemilihan. Dengan semakin besarnya pengaruh media sosial seperti TikTok dalam menyebarkan informasi, peran pengawasan oleh Bawaslu menjadi semakin penting. "Kami harus siap menghadapi tantangan yang muncul di era digital ini, terutama dengan adanya informasi yang tidak benar di media sosial," ungkap Fadjri Arsyad.
Lolly Suhenty Anggota Bawaslu RI dalam sambutannya berharap bahwa melalui lokakarya ini, setiap anggota Bawaslu dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bagaimana platform media sosial seperti TikTok mengatur konten politik. Ini dianggap krusial untuk menjaga integritas Pemilihan. "TikTok sebagai salah satu platform terbesar memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan konten politik yang dipublikasikan tidak menyesatkan masyarakat," Ujar Lolly.
[caption id="attachment_10086" align="aligncenter" width="1280"]
Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Moh Fadjri Arsyad, saat Ikut dalam Lokakarya Kebijakan TikTok Indonesia yang digelar oleh Bawaslu RI di Jakarta, Rabu (9/10/2024).[/caption]
Dalam pemilihan serentak 2024, upaya untuk menekan penyebaran misinformasi akan menjadi fokus utama. Salah satu strategi yang akan diterapkan Bawaslu adalah bekerja sama dengan platform media sosial untuk menghapus konten yang berpotensi merugikan proses demokrasi.
Lokakarya ini juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan pengawasan konten politik di dunia digital. "Kolaborasi dengan media sosial seperti TikTok akan sangat membantu kami dalam memastikan pemilu maupun Pemilihan yang adil dan transparan," tutup Fadjri.
Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Moh Fadjri Arsyad, saat Ikut dalam Lokakarya Kebijakan TikTok Indonesia yang digelar oleh Bawaslu RI di Jakarta, Rabu (9/10/2024).[/caption]
Dalam pemilihan serentak 2024, upaya untuk menekan penyebaran misinformasi akan menjadi fokus utama. Salah satu strategi yang akan diterapkan Bawaslu adalah bekerja sama dengan platform media sosial untuk menghapus konten yang berpotensi merugikan proses demokrasi.
Lokakarya ini juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan pengawasan konten politik di dunia digital. "Kolaborasi dengan media sosial seperti TikTok akan sangat membantu kami dalam memastikan pemilu maupun Pemilihan yang adil dan transparan," tutup Fadjri.