Lompat ke isi utama

Berita

DUKUNG PENGAWASAN PEMILU DI LUAR NEGERI, IDRIS DAN FADJRI HADIRI LAUNCHING PEMETAAN KERAWANAN PEMILU

DUKUNG PENGAWASAN PEMILU DI LUAR NEGERI, IDRIS DAN FADJRI HADIRI LAUNCHING PEMETAAN KERAWANAN PEMILU

Jakarta, Bawaslu Provinsi Gorontalo – Bawaslu Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Launching Pemetaan Kerawanan Pemilu (PKP) dengan isu strategis pengawasan penyelenggaraan Pemilu di luar negeri. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo Idris Usuli dan Koordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyrakat dan Hubungan Masyarakat Moh. Fadjri Arsyad, Kamis, (31/08/2023)

Kegiatan PKP ini dilaksanakan di Hotel Grand Mercure Harmoni. Acara ini dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu RI Bapak Rahmad Bagja dan anggota Bawaslu RI Herwyn Malonda. Turut hadir juga Ketua DKPP, Kementrian Luar Negeri, BIN, TNI/ POLRI, Badan Perlindungan Pekerja Luar Negeri, Anggota KPU RI. Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja menyampaikan bahwa kerawanan penyelenggaraan pemilu khususnya pengawas luar negeri perlu dikuatkan kapasitasnya melalui berbagai bimtek dan juga sosialisasi terhadap warga negara yang berada diluar negeri. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya potensi kerawanan diantaranya masyarakat yang telah memberikan hak suaranya melalui jalur KSK dan pos masing memungkinkan untuk mendatangi TPS yang ada. Hal ini berpotensi menyebabkan pemilih dapat memilih dua kali. Penyusunan DPT luar negeri kurang mencerminkan WNI yang tinggal di luar negeri sehingga perlu antisipasi untuk mendorong WNI agar dapat terdaftar di DPK. Fadjri mengatakan bahwa kegiatan ini dianggap penting karena dengan membaca tingkat kerawanan yang terjadi baik di luar negeri maupun yang ada dalam negeri tentunya dapat memberikan semangat yang kuat bagi penyelenggara untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam pencegahan terjadinya pelanggaran Pemilu. “Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh Bawaslu Provinsi se-Indonesia namun melalui zoom juga dihadiri semua jajaran Pengawas Luar Negeri. Jadi kami juga bisa saling kenal walaupun hanya melalui zoom meeting”, ungkap Fadjri. Dari 128 negara perwakilan, terdapat 20 negara perwakilan yang tinggi tingkat kerawanannya, diantaranya Malaysia, Amerika, Hongkong, Jepang, Australia, Qatar, Taiwan, Belanda, Korea Selatan, Mesi, Singapura, Oman, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Brunei, Abudhabi dan Filipina. Penulis : Moh. Fadjri Arsyad Editor : Syarif Ali Khan  
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle