Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu RI Gandeng PWNU Gorontalo untuk Pengawasan Pilkada

Bawaslu RI Gandeng PWNU Gorontalo untuk Pengawasan Pilkada
  Gorontalo — Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI), Lolly Suhenti, mengadakan Silaturrahmi ke Rumah Rois Syariah Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Gorontalo. Dalam Silaturrahmi ini, Lolly didampingi oleh Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Moh. Fadjri Arsyad, dan Lismawy Ibrahim, Selasa, (25/06/2024). Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai tokoh NU, termasuk Rois Syariah, Katib, Wakil Katib Syariah, Ketua Pengurus Cabang NU se-Provinsi Gorontalo, Ketua Banom PWNU se-Provinsi Gorontalo, serta Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo. Dalam pertemuan tersebut, Moh. Fadjri Arsyad mengungkapkan rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bawaslu dan NU. “Kita akan melakukan penandatanganan MoU bersama NU dan draft sudah disiapkan,” ujarnya. [caption id="attachment_8653" align="alignright" width="1280"] Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI), Lolly Suhenti, mengadakan kunjungan ke Rumah Rois Syariah Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Gorontalo. Dalam Kunjungan ini, Lolly didampingi oleh Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Moh. Fadjri Arsyad, dan Lismawy Ibrahim, Selasa, (25/06/2024).[/caption]   Lolly Suhenti menekankan pentingnya peran NU dan tokoh agama dalam menjaga dinamika Pilkada yang sering kali memanas. “Nahdlatul Ulama dan tokoh agama hari ini menjadi penting karena dinamika pilkada begitu luar biasa dan perlu ulama dalam mengademkan dinamika tersebut,” kata Lolly. Kiyai Aniq Nawawi, selaku Wakil Katib Syariah PWNU Gorontalo, menyampaikan bahwa PWNU berkomitmen dalam pengawasan partisipatif pemilu. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menyusun Fiqih Pilkada, yang salah satu di dalamnya meliputi dasar teologis mengenai netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Lolly Suhenti mengapresiasi langkah PWNU tersebut. Menurutnya, penyusunan Fiqih Pilkada dapat menjadi bahan pendidikan politik kepemiluan serta mengajak masyarakat dalam pengawasan partisipatif pemilu. “Hal ini dapat digunakan sebagai bahan pendidikan politik kepemiluan serta mengajak masyarakat dalam pengawasan partisipatif pemilu,” tutup Lolly. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Bawaslu dan NU dalam mewujudkan pemilu yang aman, adil, dan demokratis.
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle