Bawaslu Provinsi Gorontalo mengirim Delegasi Peserta P2P Tingkat Nasional
|
Solo, Provinsi Gorontalo mengirim delegasi alumni SKPP tingkat lanjut 2021 untuk mengikuti giat Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Yang diselenggarkan oleh Bawaslu RI. Alumni SKPP Tingkat Lanjut tersebut adalah Ahmad Randi dan Ririn S. Adam. (1/12/2022)
Kegiatan P2P itu mengangkat tema " Kolaborasi menuju pengawasan pemilu 2024" yang dihadiri oleh perwakilan kader pengawas partisiptif, pemantau pemilu, organisasi masyarakat dan kepemudaan, kelompok perempuan, disabilitas, dan masyarakat adat diseluruh provinsi. Giat ini dilaksanakan di Kota Solo Provinsi Jawa Tengah sejak tanggal 28 November sampai dengan 1 Desember 2022.
Pada pembukaan Anggota Bawaslu Lolly Suhenty ingin Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) bisa memberikan dampak untuk masyarakat agar tergugah melakukan pengawasan secara mandiri. Minimal saat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masyarakat bisa memastikan tidak ada suara yang dimanipulasi.
"Pendidikan Pengawasan Partisipatif harus bisa mengajak masyarakat bergerak ikut mengawasi," kata Lolly
Pengawasan partisipatif, jelas Lolly, dapat dimulai dari lingkungan yang terdekat terlebih dahulu. Bawaslu harus melakukan kolaborasi dengan berbagai kelompok masyarakat dan lembaga terkait.
"Kacamata pengawasan partisipatif adalah kolaborasi, artinya pengawasan yang kuat dan baik hanya akan lahir dari terbukanya Bawaslu berkolaborasi dengan banyak pihak," terangnya.
Maka Lolly melihat pengawasan partisipatif ini harus menjadi gerakan yang aktif, tidak boleh berhenti hanya saat sosialisasi Bawaslu. Pengawasan partisipatif harus tetap berjalan meskipun sedang tidak ada sosialisasi.
"Bawaslu harus bisa menjaga semangat masyarakat agar bisa konsisten ikut mengawasi tahapan pemilu dan pemilihan," ungkapnya.
Penulis : Mustika Hidayat Al Anshori
Editor : Armin Nur
Penulis : Mustika Hidayat Al Anshori
Editor : Armin Nur