Wahyudin Akili: Pahami Akar Masalah Pemilu untuk Solusi Demokrasi yang Tepat
|
Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo — Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Wahyudin Akili, menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap akar persoalan dalam pengawasan pemilu saat memberikan materi dalam Kuliah Tematik Konsultasi Konsolidasi Demokrasi bersama mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Amin Abdullah Bawaslu Provinsi Gorontalo, Senin (13/04/2026).
Dalam pemaparannya, Wahyudin mengajak mahasiswa untuk mampu membedakan antara penyebab dan gejala dalam setiap permasalahan demokrasi, khususnya dalam konteks kepemiluan. Menurutnya, pemahaman yang komprehensif terhadap akar masalah akan memudahkan dalam merumuskan solusi yang tepat. “Kita harus bisa membedakan penyebab dan juga gejala untuk melahirkan solusi yang baik. Ketika kita sudah mengerti permasalahan maka kita bisa mudah mencari solusi, dan jika kita bawa ke pengawasan pemilu kita harus mengetahui penyebab sampai terjadinya politik uang,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa forum diskusi seperti kuliah tematik ini memiliki peran penting dalam memperkaya perspektif mahasiswa terhadap dinamika demokrasi. Wahyudin menyebut, ruang dialog antara akademisi dan penyelenggara pemilu menjadi sarana strategis untuk mengkaji berbagai persoalan yang terjadi dalam pemilu. “Untuk itu penting diskusi-diskusi seperti ini,” tambahnya.
Kuliah Tematik Konsultasi Konsolidasi Demokrasi bersama mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo di Aula Amin Abdullah Bawaslu Provinsi Gorontalo, Senin (13/04/2026)
Lebih lanjut, Wahyudin menjelaskan bahwa Bawaslu terus berupaya memperkuat penegakan hukum di bidang kepemiluan. Namun, ia mengingatkan bahwa efektivitas penegakan hukum juga sangat bergantung pada kecukupan regulasi yang ada. “Kami terus berupaya melakukan penegakan hukum soal kepemiluan. Pertanyaan kita apakah regulasi sudah mencakup semua pelanggaran, hal ini kita bisa gunakan dalam mengukur penegakan hukum sudah benar-benar efektif,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyudin juga menguraikan dua tugas utama Bawaslu, yakni melakukan pengawasan untuk mencegah terjadinya pelanggaran serta menindak setiap pelanggaran yang terjadi, termasuk menyelesaikan sengketa pemilu. Ia mengajak mahasiswa untuk turut mengkaji berbagai peristiwa dalam pemilu sebelumnya sebagai bahan evaluasi. “Mari kita sama-sama diskusikan apa saja yang terjadi pada pemilu dan pemilihan kemarin untuk perbaikan demokrasi kita ke depan,” katanya.
Sebagai penutup, Wahyudin menegaskan komitmen Bawaslu dalam membuka ruang partisipasi publik seluas-luasnya. Ia berharap seluruh lapisan masyarakat, termasuk mahasiswa, dapat memberikan masukan konstruktif guna memperkuat kelembagaan Bawaslu dan kualitas demokrasi. “Bawaslu terus membuka ruang agar seluruh lapisan masyarakat bisa memberikan masukan kepada Bawaslu dalam rangka perbaikan lembaga Bawaslu dan juga demokrasi ke depan,” pungkasnya.
Penulis/Foto: Fitri
Editor: Syarif