Wahyudin Akili: Bawaslu Jadi Ruang Penyelesaian Sengketa Pemilu
|
Boalemo – Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Wahyudin Akili, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pengawas pemilu dalam menghadapi kontestasi demokrasi mendatang. Hal itu ia sampaikan pada kegiatan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilihan Umum Bersama Mitra Kerja yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Boalemo di Cabana Resto & Resort, Sabtu (30/08/2025).
Menurut Wahyudin, pencegahan, penanganan, dan penyelesaian sengketa merupakan aspek penting yang tidak bisa dipisahkan dalam pengawasan pemilu. “Pencegahan, penanganan, dan penyelesaian sengketa adalah keterikatan yang menjadi salah satu fokus utama dalam pemilu ke depan,†ujarnya.
Ia menambahkan, Bawaslu memiliki peran strategis sebagai wadah untuk penyelesaian sengketa yang mungkin timbul antar peserta pemilu maupun partai politik. “Bawaslu adalah ruang untuk penyelesaian sengketa antar peserta pemilu dan partai politik,†jelas Wahyudin.
[caption id="attachment_12584" align="aligncenter" width="1440"]
Wahyudin Akili saat memberikan materi pada kegiatan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Bersama Mitra Kerja di Cabana Resto & Resort, Sabtu (30/08/2025)[/caption]
Kegiatan penguatan kelembagaan ini, kata Wahyudin, bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi bagian dari persiapan menuju pemilu mendatang. “Paling tidak, ini menjadi ikhtiar dan ruang diskusi kita terutama dengan bapak ibu sekalian yang termasuk dalam mitra Bawaslu dan masyarakat dalam pengawasan partisipatif,†ungkapnya.
Lebih lanjut, Wahyudin menyampaikan bahwa Bawaslu selalu terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak untuk memperkuat perannya sebagai lembaga pengawas pemilu. “Kami menerima masukan, kritik, dan saran dalam membangun lembaga ini,†tegasnya.
Penulis: Fitri,
Foto:Humas Bws Boalemo
Editor: Fitri/Syarif
Wahyudin Akili saat memberikan materi pada kegiatan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Bersama Mitra Kerja di Cabana Resto & Resort, Sabtu (30/08/2025)[/caption]
Kegiatan penguatan kelembagaan ini, kata Wahyudin, bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi bagian dari persiapan menuju pemilu mendatang. “Paling tidak, ini menjadi ikhtiar dan ruang diskusi kita terutama dengan bapak ibu sekalian yang termasuk dalam mitra Bawaslu dan masyarakat dalam pengawasan partisipatif,†ungkapnya.
Lebih lanjut, Wahyudin menyampaikan bahwa Bawaslu selalu terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak untuk memperkuat perannya sebagai lembaga pengawas pemilu. “Kami menerima masukan, kritik, dan saran dalam membangun lembaga ini,†tegasnya.
Penulis: Fitri,
Foto:Humas Bws Boalemo
Editor: Fitri/Syarif