Tanpa Data Pemilih A.KWK-pun Pengawasan Coklit Tetap Maksimal. Rahmad Apresiasi Kinerja Jajaran Pengawas Pemilihan.
|
Pimpinan Bawaslu Provinsi Gorontalo Rahmad Mohi, S.Sos, M.Si memberikan apresiasi kepada Pengawas Pemilihan Kecamatan dan Keluarahan/Desa atas kinerja dalam mengawasi tahapan Pencocokan dan Penelitian Pemutakhiran Daftar Pemilih pada Pilkada 2020. Hal ini disampaikan Rahmad pada saat melakukan Monitoring dan Evaluasi tahapan Pencocokan dan Penelitian Pemutakhiran Daftar Pemilih pada Pilkada 2020 di Kabupaten Pohuwato (13/8/2020).
“Saya atas nama Bawaslu Provinsi Gorontalo dan sebagai Koordinator Divisi Pengawasan memberikan apresiaisi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Pengawas Pemilihan sampai ke tingkat bawah karena walaupun jumlah jajaran Pengawas kita terbatas, yaitu hanya 1 orang di setiap desa dan juga tidak diberikan Data Pemilih A.KWK tetapi kinerja Pengawas tetap maksimal dalam mengawal hak konstitusional warga negara untuk mendapatkan hak pilihnya†Ucap Rahmad yang juga mantan Anggota KPU Kabupaten Bone Bolango.
Bawaslu bersama jajaran pengawas di bawahnya telah melakukan pengawasan secara melekat, dengan langsung turun ke bawah. Panwaslu Desa/Kelurahan diinstruksikan agar
mengawasi terus PPDP saat melakukan coklit.
“Jadi selain pengawasan secara melekat, pengawas pemilihan juga melakukan sampling untuk rumah warga yang saat proses coklit tidak didampingi oleh PKD. Jajaran pengawas juga membuka posko pengaduan di sekretariat Bawaslu Kabupaten dan Panwascam. Sehingga bagi warga yang tidak dicoklit bisa langsung melapor,†imbuhnya.
Rahmad yang melakukan monitoring ke Bawaslu Kabupaten Pohuwato dan beberapa kecamatan yang dihadiri Panwascam dan Pengawas Desa berharap untuk teman-teman jajaran pengawas tetap semangat dalam mengawasi semua tahapan Pemilihan dan menjadi garda terdepan dalam mengawal demokrasi dan juga sebagai wujud pertanggung jawaban kita kepada publik demi Pilkada yang berintegritas. Tutup Rahmad.
“Saya atas nama Bawaslu Provinsi Gorontalo dan sebagai Koordinator Divisi Pengawasan memberikan apresiaisi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Pengawas Pemilihan sampai ke tingkat bawah karena walaupun jumlah jajaran Pengawas kita terbatas, yaitu hanya 1 orang di setiap desa dan juga tidak diberikan Data Pemilih A.KWK tetapi kinerja Pengawas tetap maksimal dalam mengawal hak konstitusional warga negara untuk mendapatkan hak pilihnya†Ucap Rahmad yang juga mantan Anggota KPU Kabupaten Bone Bolango.
Bawaslu bersama jajaran pengawas di bawahnya telah melakukan pengawasan secara melekat, dengan langsung turun ke bawah. Panwaslu Desa/Kelurahan diinstruksikan agar
mengawasi terus PPDP saat melakukan coklit.
“Jadi selain pengawasan secara melekat, pengawas pemilihan juga melakukan sampling untuk rumah warga yang saat proses coklit tidak didampingi oleh PKD. Jajaran pengawas juga membuka posko pengaduan di sekretariat Bawaslu Kabupaten dan Panwascam. Sehingga bagi warga yang tidak dicoklit bisa langsung melapor,†imbuhnya.
Rahmad yang melakukan monitoring ke Bawaslu Kabupaten Pohuwato dan beberapa kecamatan yang dihadiri Panwascam dan Pengawas Desa berharap untuk teman-teman jajaran pengawas tetap semangat dalam mengawasi semua tahapan Pemilihan dan menjadi garda terdepan dalam mengawal demokrasi dan juga sebagai wujud pertanggung jawaban kita kepada publik demi Pilkada yang berintegritas. Tutup Rahmad.