Sekjen Bawaslu Akui CPNS Turut Sukseskan Pemilu 2019
|
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bawaslu Gunawan Suswantoro mengajak calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk melanjutkan pendidikan. Dia menginginkan, setiap PNS di Bawaslu berlomba-lomba dalam belajar.
"Bagi yang D3, lanjutkan ke S1. Dari S1, lanjutkan ke S2 sampai S3," katanya saat memimpin Apel Persiapan Presidential Lecture di Halaman Parkir Gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa (23/7/2019).
Bagi Gunawan, CPNS dan PNS harus terus belajar sekaligus tak cepat berpuas diri. Harapannya, PNS di Bawaslu menyandang gelar magister dan doktor. Dirinya pun mencontohkan dirinya yang tahun ini telah merampungkan S3. Perlu diketahui, Gunawan pun telah menerbitkan beberapa buku tentang pemilu ini telah menyelesaikan pendidikan program doktoral dari Universitas Padjadjaran. "Kalau bisa, susul saya. Ini sebagai tantangan. Susul saya S3," ucapnya.
Selain itu, Gunawan mengharapkan ada CPNS/PNS di Bawaslu memiliki ide-ide kreatif atau inovasi teknologi. Dia bilang, ke depan pelayanan akan menggunakan pemanfaatan teknologi informasi. Sehingga, di masa mendatang menurutnya birokrasi berbasis teknologi informasi menjadi penting.
Dia melanjutkan, tantangan birokrasi di masa depan adalah keharusan kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan. Gunawan menerangkan, pondasi awal kreatifitas itu berasal dari ide-ide untuk memberikan pelayanan cepat. "Kenapa memilih narsum (narasumber) dari Korea? Karena mereka mampu mendoktrin PNS yang dahulunya malas-malasan menjadi pegawai energik untuk melayani," ujar menjelaskan acara Presidential Lecture 2019 Bagi CPNS Hasil Seleksi Tahun 2018, Rabu (24/7/2019) bakal mendengarkan narasumber dari Korea Selatan.
Terakhir, sebagai Sekjen Bawaslu dirinya mengingatkan agar CPNS sejak awal menolak tindak pidana korupsi. Dia berharap, CPNS bisa membersihkan hati, pikiran, dan tak ada niat sedikit pun melakukan atau terlibat tindak pidana korupsi.
Gunawan menunjuk di negara maju lantaran tak mengenal kata korupsi. Sebagai orang yang percaya Tuhan, Gunawan mengingatkan, rezeki manusia sudah diatur, sehingga menjadi pegawai Bawaslu tingal bekerja keras. "Tutup mata dan telinga untuk korupsi, jangan pernah punya niat untuk korupsi," tegasnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bawaslu Gunawan Suswantoro mengucapkan terima kasih kepada calon pegawai negeri sipil (CPNS). Menurutnya, CPNS tahun 2018 yang diangkat pada Februari 2018 telah ikut serta dalam penyelenggaraan Pemilu 2019. "CPNS di Bawaslu telah ikut menyukseskan Pemilu 2019 dengan lancar,"
Keterlibatan CPNS dalam Pemilu 2019 menurutnya dibuktikan dari laporan dan hasil monitoring. Dia mencontohkan, kerja-kerja CPNS yang ikut mengawasi pemilu dengan situasi yang sulit seperti naik kapal dalam mengawasi kotak suara di daerah kepulauan. "Ada yang naik perahu dalam mengawasi kotak suara. Itu buktinya anak-anak (CPNS) telah bekerja mengawal surat suara dan mengawasi Pemilu 2019," ujar Gunawan.
Informasi pengawasan pemilu oleh CPNS pun diakuinya turut diawasi dalam beberapa media seperti media sosial. "Ada beberapa yang bisa saya monitor," sebutnya.
Gunawan menyampaikan tujuan kegiatan Presidential Lecture yang dilaksanakan di Istora Senayan, Rabu (24/7/2019). Dia menjelaskan, Presiden Indonesia sebagai Kepala Pemerintahan sekaligus Kepala Negara ingin menyampaikan kepada CPNS untuk memahami dengan jelas visi pemerintahan 2019-2024. Baginya, CPNS adalah kader demokrasi, bangsa, pembangunan harus memahami visi dan misi Presiden Joko Widodo.
Sehingga, antara presiden dan CPNS memiliki visi yang sama untuk pembangunan lima tahun mendatang. "Beliau (presiden) menginginkan CPNS sebagai kader bangsa, bisa tahu persis apa yang dicita-citakan untuk lima tahun kedepan," ujarnya
Gunawan pun meyakini, CPNS sekarang akan menjadi pejabat publik untuk mas 10 sampai 20 tahun mendatang. Oleh sebab itu, dia mengerti tujuan kegiatan Presidential Lecture guna mengajak CPNS dari nol untuk mendengarkan, melihat, lalu memahami visi misi pemerintahan periode kedua Presiden Jokowi.
"Dulu, masa saya CPNS, tidak ada pertemuan antara Presiden dengan CPNS dengan tujuan memahami visi pemerintahan," ungkap Gunawan
Editor: Ranap Tumpal HS
Fotografer: Muhtar