Pleno KPU, Bawaslu Walk-Out Dari Arena Zoom Meeting
|
Bawaslu Provinsi Gorontalo Walk-Out pada Pleno KPU Provinsi Gorontalo terkait dengan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) tahun 2020 pada Jum’at (17/07/2020).
Hal tersebut berawal dari ketidaksesuaian angka pemilih baru yang tercantum dalam Berita Acara KPU Kab/Kota dengan angka yang di rekap di KPU Provinsi Gorontalo.
Ketidaksesuaian ini menurut Kordiv Pengawasan Bawaslu Provinsi Gorontalo Rahmad Katon Mohi terletak pada perbedaan mekanisme penetapan di masing-masing kab/kota. Contohnya, KPU Kota Gorontalo melakukan Penetapan Data Pemilih Berkelanjutan itu bersifat akumulatif, sedangkan KPU Kab. Gorontalo Utara tidak bersifat akumulatif. Sehingga angka pemilih baru yang tercantum dalam Berita Acara KPU Kab Gorontalo Utara menjadi berbeda dengan angka yang direkap di KPU Provinsi Gorontalo.
Dalam rapat tersebut Kordiv Hukum, Humas dan Datin Idris Usuli yang juga hadir menyampaikan bahwa Bawaslu juga bertugas untuk mengawasi regulasi yang harus dipatuhi oleh seluruh penyelenggara pemilu. Beliau menyampaikan keberatannya atas mekanisme penetapan yang dilakukan oleh KPU Kab. Gorontalo Utara yang berbeda dengan Kota Gorontalo.
Penyampaian Bawaslu tersebut membuat Ketua KPU Provinsi Gorontalo Fadliyanto Koem menjadi sangat emosional dalam menanggapi pendapat dan masukan dari Bawaslu. Hal ini mengakibatkan suasana rapat pleno sudah tidak lagi berjalan dengan kondusif. Sehingga Rahmad Mohi dan Idris Usuli beserta staf teknis yang hadir memutuskan untuk walk-out dan keluar dari ruang Zoom Meeting Pleno tersebut.
#Salamawas