Moh Fadjri Arsyad Ikuti Bedah Buku Catatan Jurnalis, Perkuat Refleksi Pemilu 2024
|
Gorontalo – Dalam rangka memperkuat literasi demokrasi dan memberikan pemahaman utuh kepada jajaran penyelenggara Pemilu, Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo Moh Fadjri Arsyad mengikuti kegiatan Bedah Buku yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI melalui Zoom Meeting pada Rabu (20/08/2025). Kegiatan ini mengangkat buku terbitan Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPPD) berjudul “Catatan Jurnalis Pemilu: Sejarah Keserentakan Pertama Terbesar di Duniaâ€.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja. Kehadiran pimpinan Bawaslu RI dalam pembukaan menandai pentingnya acara ini sebagai bagian dari upaya refleksi dan pembelajaran atas penyelenggaraan Pemilu serentak tahun 2024, yang merupakan pesta demokrasi terbesar dalam sejarah Indonesia.
Moh Fadjri Arsyad menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, buku tersebut memberikan gambaran utuh tentang pelaksanaan Pemilu dari berbagai wilayah di Indonesia. “Dengan adanya kegiatan Bedah Buku ini kita bisa tahu representasi pelaksanaan Pemilu dari berbagai daerah, dan apa yang tertuang dalam buku ini bisa diimplementasikan dalam Pemilu dan Pemilihan mendatang,†ungkapnya.
[caption id="attachment_12310" align="aligncenter" width="1440"]
Moh Fadjri Arsyad saat mengikuti Bedah Buku KPPD dengan judul “Catatan Jurnalis Pemilu: Sejarah Keserentakan Pertama Terbesar di Dunia†melalui Zoom Meeting pada Rabu (20/08/2025)[/caption]
Ia menilai bahwa kegiatan ini menjadi ruang refleksi yang penting bagi penyelenggara Pemilu untuk memahami bagaimana proses demokrasi dipotret dari kacamata media. Selain itu, narasi yang disusun dalam buku ini dinilai mampu memperkaya literasi demokrasi dan memperluas wawasan kelembagaan.
Partisipasi aktif Bawaslu Provinsi Gorontalo dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen kelembagaan untuk terus meningkatkan kapasitas dan memperluas wawasan seluruh jajaran, guna menghadirkan Pemilu yang lebih transparan, partisipatif, dan berintegritas.
Moh Fadjri Arsyad saat mengikuti Bedah Buku KPPD dengan judul “Catatan Jurnalis Pemilu: Sejarah Keserentakan Pertama Terbesar di Dunia†melalui Zoom Meeting pada Rabu (20/08/2025)[/caption]
Ia menilai bahwa kegiatan ini menjadi ruang refleksi yang penting bagi penyelenggara Pemilu untuk memahami bagaimana proses demokrasi dipotret dari kacamata media. Selain itu, narasi yang disusun dalam buku ini dinilai mampu memperkaya literasi demokrasi dan memperluas wawasan kelembagaan.
Partisipasi aktif Bawaslu Provinsi Gorontalo dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen kelembagaan untuk terus meningkatkan kapasitas dan memperluas wawasan seluruh jajaran, guna menghadirkan Pemilu yang lebih transparan, partisipatif, dan berintegritas.