Moh Fadjri Arsyad Hadiri Rapat, Bahas Strategi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih
|
Gorontalo – Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Moh Fadjri Arsyad, menghadiri rapat penyusunan strategi pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan yang digelar secara daring oleh Bawaslu Republik Indonesia pada Selasa (06/05/2025). Rapat tersebut menjadi bagian dari langkah strategis dalam memperkuat sistem pengelolaan dan analisis data pengawasan menjelang pemilu mendatang.
Selain Fadjri, rapat ini juga diikuti oleh Kepala Bagian Pengawasan Bawaslu Provinsi Gorontalo, Ferdy Rus Modanggu, serta staf pengawasan lainnya. Partisipasi aktif Bawaslu Provinsi Gorontalo menunjukkan komitmen dalam mengawal proses demokrasi yang transparan dan akurat, khususnya pada aspek krusial seperti data pemilih.
[caption id="attachment_11260" align="aligncenter" width="1600"]
Rapat via zoom, Bahas Strategi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih[/caption]
Dalam kesempatan tersebut, Moh Fadjri Arsyad menekankan pentingnya sinergi antarunit dalam memperkuat pengawasan. “Strategi yang dibahas hari ini sangat penting untuk memastikan akurasi data pemilih yang menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan pemilu yang adil dan demokratis,†ujarnya.
Fadjri juga menambahkan bahwa dengan pengelolaan data yang lebih baik, potensi penyimpangan atau ketidaksesuaian dalam daftar pemilih bisa diminimalkan. “Kami berharap hasil dari pertemuan ini dapat segera diimplementasikan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,†lanjutnya.
Rapat ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Bawaslu RI dalam menyiapkan instrumen pengawasan yang lebih responsif dan adaptif terhadap dinamika data pemilih. Ke depannya, pengawasan berbasis data akan menjadi pilar penting dalam menjaga integritas pemilu di Indonesia.
Rapat via zoom, Bahas Strategi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih[/caption]
Dalam kesempatan tersebut, Moh Fadjri Arsyad menekankan pentingnya sinergi antarunit dalam memperkuat pengawasan. “Strategi yang dibahas hari ini sangat penting untuk memastikan akurasi data pemilih yang menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan pemilu yang adil dan demokratis,†ujarnya.
Fadjri juga menambahkan bahwa dengan pengelolaan data yang lebih baik, potensi penyimpangan atau ketidaksesuaian dalam daftar pemilih bisa diminimalkan. “Kami berharap hasil dari pertemuan ini dapat segera diimplementasikan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,†lanjutnya.
Rapat ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Bawaslu RI dalam menyiapkan instrumen pengawasan yang lebih responsif dan adaptif terhadap dinamika data pemilih. Ke depannya, pengawasan berbasis data akan menjadi pilar penting dalam menjaga integritas pemilu di Indonesia.