Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo Beri Pembekalan kepada Pengawas Pemilu di Kecamatan Sumalata Jelang PSU
|
Gorontalo Utara – Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli, memberikan pembekalan kepada jajaran Panwaslu Kecamatan, Pengawas Kelurahan/Desa (PKD), dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Kecamatan Sumalata, Jumat (18/4/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka mematangkan persiapan pengawasan pada tahapan pemungutan dan penghitungan suara Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Tahun 2024.
Dalam arahannya, Idris menegaskan pentingnya sikap waspada dari seluruh jajaran pengawas pemilu. “Pengawas harus senantiasa curiga dengan segala hal yang berpotensi melanggar. Dari sini, pengawas dapat mencegah bentuk pelanggaran pemilihan yang terjadi,†ujarnya.
[caption id="attachment_11143" align="aligncenter" width="1440"]
Idris Usuli saat memberikan pembekalan kepada jajaran Panwaslu Kecamatan, Pengawas Kelurahan/Desa (PKD), dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Kecamatan Sumalata, Jumat (18/4/2025)[/caption]
Idris juga menyoroti dua isu krusial yang kerap terjadi menjelang hari pemungutan suara, yakni praktik politik uang (money politic) dan pengumpulan KTP. Ia meminta agar para pengawas meningkatkan intensitas pengawasan, khususnya di malam hari. “Jika ada masyarakat yang berkumpul di jam-jam malam, patut dicurigai dan harus dicek secara saksama agar aktivitas pelanggaran dapat dicegah,†tambahnya.
Menutup pembekalan, Idris menekankan pentingnya koordinasi antarpengawas dan berharap agar PSU di Gorontalo Utara kali ini dapat berjalan lancar tanpa harus diulang kembali.
Idris Usuli saat memberikan pembekalan kepada jajaran Panwaslu Kecamatan, Pengawas Kelurahan/Desa (PKD), dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di Kecamatan Sumalata, Jumat (18/4/2025)[/caption]
Idris juga menyoroti dua isu krusial yang kerap terjadi menjelang hari pemungutan suara, yakni praktik politik uang (money politic) dan pengumpulan KTP. Ia meminta agar para pengawas meningkatkan intensitas pengawasan, khususnya di malam hari. “Jika ada masyarakat yang berkumpul di jam-jam malam, patut dicurigai dan harus dicek secara saksama agar aktivitas pelanggaran dapat dicegah,†tambahnya.
Menutup pembekalan, Idris menekankan pentingnya koordinasi antarpengawas dan berharap agar PSU di Gorontalo Utara kali ini dapat berjalan lancar tanpa harus diulang kembali.