Ikuti diskusi terpumpun Bersama Bawaslu RI, Rahmad Katon Mohi: â€Sirekap harus maksimal (Zero Error)"
|
Kordiv Pengawasan Bawaslu Provinsi Gorontalo Rahmad Katon Mohi menyampaikan bahwa penggunaan teknologi dalam proses penghitungan suara melalui Sirekap itu sangat
memudahkan kerja-kerja penyelenggara pemilu. Akan tetapi yg harus dipastikan adalah Sirekap yang akan digunakan sudah benar-benar maksimal dan tidak akan ada kesalahan sekecil apapun (Zero Error), karena jika terjadi kesalahan dalam Sirekap maka ini akan berdampak pada trust / kepercayaan publik terhadap proses penyelenggaraan pilkada.
“ Saya kira Sirekap ini penting untuk memudahkan kerja-kerja penyelenggaraan pilkada dalam mengumpulkan hasil perolehan suara pada Pilkada 9 Desember mendatang, tetapi harus dijamin dan dipastikan bahwa Sirekap tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun (Zero Error), karena ini berhubungan dengan Trust/kepercayaan publik terhadap isu-isu manipulasi data elektronik. Jika belum ada jaminan bahwa sirekap ini Zero Error maka untuk menjaga trust/kepercayaan publik maka sebaiknya didukung oleh data manual/hard copy untuk menjaga kepercayaan publik.
Mantan anggota KPU Kabupaten Bone Bolango tersebut juga menambahkan bahwa membangun kepercayaan publik terhadap penyelenggara dan penyelenggaraan pilkada itu tidak mudah.
"Kita tidak boleh menafikan jika ada publik yang curiga terhadap proses penyelenggaraan pilkada. Yang kita harus lakukan adalah bagaimana menciptakan sebuah sistem penyelenggaraan yang bisa menumbuhkan kepercayaan publik dan meminimalisir kecurigaan.
Karena sesungguhnya "Pemilik" pesta demokrasi itu adalah rakyat, bukan penyelenggara".
Hal tersebut disampaikan pada diskusi terpumpun yang diselenggarakan secara daring oleh Bawaslu RI dan dihadiri oleh Kordiv Pengawasan Se-Indonesia, pada Jum’at (11/06/2020).
#Salamawas
memudahkan kerja-kerja penyelenggara pemilu. Akan tetapi yg harus dipastikan adalah Sirekap yang akan digunakan sudah benar-benar maksimal dan tidak akan ada kesalahan sekecil apapun (Zero Error), karena jika terjadi kesalahan dalam Sirekap maka ini akan berdampak pada trust / kepercayaan publik terhadap proses penyelenggaraan pilkada.
“ Saya kira Sirekap ini penting untuk memudahkan kerja-kerja penyelenggaraan pilkada dalam mengumpulkan hasil perolehan suara pada Pilkada 9 Desember mendatang, tetapi harus dijamin dan dipastikan bahwa Sirekap tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun (Zero Error), karena ini berhubungan dengan Trust/kepercayaan publik terhadap isu-isu manipulasi data elektronik. Jika belum ada jaminan bahwa sirekap ini Zero Error maka untuk menjaga trust/kepercayaan publik maka sebaiknya didukung oleh data manual/hard copy untuk menjaga kepercayaan publik.
Mantan anggota KPU Kabupaten Bone Bolango tersebut juga menambahkan bahwa membangun kepercayaan publik terhadap penyelenggara dan penyelenggaraan pilkada itu tidak mudah.
"Kita tidak boleh menafikan jika ada publik yang curiga terhadap proses penyelenggaraan pilkada. Yang kita harus lakukan adalah bagaimana menciptakan sebuah sistem penyelenggaraan yang bisa menumbuhkan kepercayaan publik dan meminimalisir kecurigaan.
Karena sesungguhnya "Pemilik" pesta demokrasi itu adalah rakyat, bukan penyelenggara".
Hal tersebut disampaikan pada diskusi terpumpun yang diselenggarakan secara daring oleh Bawaslu RI dan dihadiri oleh Kordiv Pengawasan Se-Indonesia, pada Jum’at (11/06/2020).
#Salamawas