Bawaslu Provinsi Gorontalo Gelar Vaksinasi Booster
|
Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Bawaslu Provinsi Gorontalo menggelar Vaksinasi Booster Covid-19 yang bertempat di Lantai 3 Kantor Bawaslu Provinsi Gorontalo, (4/2/2002).
Kegiatan booster vaksinasi ini diikuti oleh Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo Idris Usuli dan Kepala Sekretariat serta Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional bersama Staf Pelaksana di Lingkungan Sekretariat Bawaslu Provinsi Gorontalo yang berjumlah 21 orang yang lulus hasil pemeriksaan untuk di lakukan booster vaksin.
Idris Usuli selaku Koordinator Divisi Hukum, Humas dan Datin menyampaikan kegiatan Vaksinasi booster ini digelar sebagai perwujudan dari dukungan Bawaslu Provinsi Gorontalo terhadap program pemerintah dalam melakukan percepatan penanggulangan pandemic Covid-19 secara global.
Selain itu, Kepala Sekretariat Nikson Entengo, S.IP, M.Si mengatakan, vaksinasi booster ini digelar guna untuk melindungi dan menyelamatkan pegawai dari resiko terpaparnya Covid-19 yang saat ini sedang meningkat. Kita mendapatkan booster vaksin jenis pfizer ujarnya di sela-sela pelaksanaan vaksinasi.
“Pegawai Bawaslu Provinsi Gorontalo sangat rentan terhadap resiko penyebaran Covid-19, selain memiliki intensitas pekerjaan yang tinggi, juga dalam melakukan interaksi dengan berbagai pihak sangat beresiko terpapar khususnya dalam menghadapi tahapan Pemilu 2024, tutup Niksonâ€.

Idris Usuli selaku Koordinator Divisi Hukum, Humas dan Datin menyampaikan kegiatan Vaksinasi booster ini digelar sebagai perwujudan dari dukungan Bawaslu Provinsi Gorontalo terhadap program pemerintah dalam melakukan percepatan penanggulangan pandemic Covid-19 secara global.
Selain itu, Kepala Sekretariat Nikson Entengo, S.IP, M.Si mengatakan, vaksinasi booster ini digelar guna untuk melindungi dan menyelamatkan pegawai dari resiko terpaparnya Covid-19 yang saat ini sedang meningkat. Kita mendapatkan booster vaksin jenis pfizer ujarnya di sela-sela pelaksanaan vaksinasi.
“Pegawai Bawaslu Provinsi Gorontalo sangat rentan terhadap resiko penyebaran Covid-19, selain memiliki intensitas pekerjaan yang tinggi, juga dalam melakukan interaksi dengan berbagai pihak sangat beresiko terpapar khususnya dalam menghadapi tahapan Pemilu 2024, tutup Niksonâ€.
