Bawaslu Provinsi Gorontalo Gelar Penguatan Pemahaman Kepemiluan bagi Disabilitas
|
Gorontalo – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Fasilitasi Penguatan Pemahaman Kepemiluan kepada Disabilitas Tahun 2025 di PKBM Inklusi Putra Mandiri, Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Rabu (10/9/2025). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli, dan dihadiri jajaran anggota Bawaslu Provinsi, yakni Moh Fadjri Arsyad, Lismawy Ibrahim, Wahyudin Akili, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Gorontalo, Nikson Entengo.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli, menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak politik yang sama dengan masyarakat pada umumnya. “Tujuan kegiatan ini adalah memberikan sosialisasi dan transfer pengetahuan seputar kepemiluan maupun pengawasan pemilu dan pemilihan kepada penyandang disabilitas,†ujarnya.
Idris Usuli menambahkan, selain memberikan pemahaman tentang kepemiluan, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan antara pengawas pemilu dengan kelompok masyarakat sipil, khususnya penyandang disabilitas. “Kami ingin membangun sinergitas antara pengawas pemilu dengan elemen masyarakat sipil dalam hal ini penyandang disabilitas,†tambahnya.
[caption id="attachment_12664" align="aligncenter" width="1440"]
Kegiatan Fasilitasi Penguatan Pemahaman Kepemiluan kepada Disabilitas Tahun 2025 di PKBM Inklusi Putra Mandiri, Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Rabu (10/9/2025)[/caption]
Lebih lanjut, Idris menekankan pentingnya peningkatan partisipasi kelompok disabilitas dalam setiap tahapan demokrasi. Menurutnya, partisipasi tersebut akan memperkuat legitimasi penyelenggaraan pemilu sekaligus menciptakan pemilu yang inklusif. “Kami berharap keterlibatan teman-teman disabilitas dapat terus meningkat sehingga mereka bisa berperan aktif dalam proses demokrasi,†tuturnya.
Peserta dalam kegiatan ini merupakan penyandang disabilitas yang berada di bawah naungan Yayasan Putra Mandiri Gorontalo. Mereka mendapatkan materi, diskusi, serta kesempatan menyampaikan pandangan mengenai tantangan yang dihadapi saat berpartisipasi dalam pemilu.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang belajar politik yang inklusif. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif bahwa pemilu adalah hak setiap warga negara tanpa terkecuali, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Penulis: Fitri Foto: Adit Editor: Fitri/Syarif