Lompat ke isi utama

Berita

Nikson Entengo Tekankan Integritas dan Disiplin dalam Pembinaan SDM Bawaslu Gorontalo

Nikson Entengo

Nikson Entengo, dalam kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang digelar di Aula Amin Abdullah Bawaslu Provinsi Gorontalo, Senin (20/04/2026)

Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo – Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Gorontalo, Nikson Entengo, menegaskan pentingnya integritas, disiplin, dan optimalisasi peran sekretariat dalam kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang digelar di Aula Amin Abdullah Bawaslu Provinsi Gorontalo, Senin (20/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kinerja internal guna mendukung tugas dan fungsi kelembagaan Bawaslu secara menyeluruh.

Dalam arahannya, Nikson menjelaskan bahwa rapat pembinaan sekretariat yang dilaksanakan merupakan bagian dari rutinitas yang telah berjalan secara konsisten. Ia menyebutkan bahwa setiap minggu dirinya selalu menggelar rapat bersama para kepala bagian dan koordinator sub bagian untuk memastikan optimalisasi kinerja. “Sebelum rapat hari ini, setiap minggu saya selalu melakukan rapat rutin bersama seluruh kepala bagian dan juga koordinator masing-masing sub bagian terkait optimalisasi tugas dan fungsi lembaga kita,” ujarnya.

Nikson juga menekankan pentingnya membangun rasa memiliki terhadap lembaga sebagai fondasi utama dalam meningkatkan citra Bawaslu di mata publik dan lembaga lain. Menurutnya, penghargaan dari pihak eksternal harus diawali dari internal itu sendiri. “Mengharapkan lembaga kita dihargai oleh lembaga lain, terlebih dahulu kita hargai dulu lembaga kita sendiri,” tegasnya.

Rapat Pembinaan

Kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang digelar di Aula Amin Abdullah Bawaslu Provinsi Gorontalo, Senin (20/04/2026)

Lebih lanjut, ia memaparkan sepuluh indikator kualitas kinerja yang harus dipahami dan diterapkan oleh seluruh jajaran, yakni kredibilitas, responsivitas, reliabilitas, keamanan, kompetensi, aksesibilitas, komunikasi, kesopanan, pemahaman terhadap pengguna, dan bukti fisik. Ia menilai indikator tersebut memiliki keterkaitan erat dengan nilai integritas yang menjadi ruh lembaga Bawaslu. “Kalau seluruh pegawai memahami dan menerapkan indikator ini maka akan tercapai kualitas kinerja yang baik, karena kesepuluh indikator ini berhubungan langsung dengan lembaga kita yakni integritas,” jelasnya.

Dalam konteks implementasi, Nikson mengingatkan pentingnya disiplin sebagai langkah awal, mulai dari berpakaian, ketepatan waktu, hingga pelaksanaan tugas. Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap lembaga. “Mari kita cintai lembaga ini, karena kalau bukan kita siapa lagi yang bisa mencintai lembaga kita. Mari kita berbangga berada dalam naungan lembaga Bawaslu,” ungkapnya.

Ia turut menyoroti peran strategis sekretariat dalam mendukung pimpinan. Menurutnya, kinerja sekretariat yang tidak optimal akan berdampak langsung pada kinerja pimpinan. Selain itu, ia mengingatkan agar seluruh pegawai bijak dalam mengelola informasi, mengingat tidak semua informasi bersifat publik. “Terkait informasi pekerjaan kita jangan dijadikan konsumsi publik, karena lembaga kita memiliki banyak informasi yang dikecualikan,” katanya.

Menutup arahannya, Nikson mengajak seluruh jajaran untuk membangun pola interaksi kerja yang harmonis dan kekeluargaan, baik di dalam maupun di luar organisasi. Ia juga menegaskan bahwa setiap pegawai merupakan representasi Bawaslu di mana pun berada. “Kita adalah Public Relations (PR) Bawaslu di mana pun kita berada,” pungkasnya.

Penulis/Foto: Fitri
Editor: Syarif

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle