Monitoring P2P 2026 di Kota Gorontalo, Bawaslu Provinsi Gorontalo Tekankan Sinergi Kualitas dan Partisipasi
|
Kota Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo — Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, John Hendri Purba dan Lismawy Ibrahim, melaksanakan monitoring persiapan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 di Bawaslu Kota Gorontalo, Rabu (29/04/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan P2P sekaligus mengidentifikasi potensi kendala di tingkat kabupaten/kota.
Dalam monitoring tersebut, Bawaslu Kota Gorontalo memaparkan sejumlah perkembangan persiapan, termasuk strategi rekrutmen peserta dan kesiapan teknis kegiatan. P2P sebagai program penguatan pengawasan partisipatif dinilai membutuhkan dukungan peserta yang tidak hanya memenuhi kuantitas, tetapi juga memiliki kapasitas dan komitmen dalam mengawal proses demokrasi.
Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, John Hendri Purba, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kualitas dan aksesibilitas dalam proses rekrutmen peserta. “Sudah ada masyarakat yang berminat untuk bergabung, namun perlu dipastikan bahwa persyaratan yang ada tidak menjadi hambatan. Pada prinsipnya, kita membutuhkan partisipasi publik yang luas dalam pengawasan,” ujarnya.
John Hendri Purba dan Lismawy Ibrahim, melaksanakan monitoring persiapan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 di Bawaslu Kota Gorontalo, Rabu (29/04/2026)
Ia juga mengingatkan agar kendala terkait data pemilih tetap menjadi perhatian serius. “Apabila dalam proses pengawasan ditemukan ketidaksesuaian data pemilih, maka segera sampaikan saran perbaikan kepada KPU sebagai bentuk tindak lanjut pengawasan,” tambah John.
Sementara itu, Lismawy Ibrahim menegaskan bahwa pelaksanaan P2P harus dirancang secara inklusif dan adaptif terhadap kondisi di lapangan. “Kegiatan ini bukan hanya soal pemenuhan target, tetapi bagaimana memastikan masyarakat dapat terlibat secara aktif tanpa terbebani oleh persyaratan yang terlalu teknis. Prinsipnya, kita membuka ruang partisipasi seluas-luasnya,” ungkapnya.
Melalui monitoring ini, Bawaslu Provinsi Gorontalo berharap pelaksanaan P2P Tahun 2026 di Kota Gorontalo dapat berjalan optimal, dengan menghadirkan peserta yang representatif serta mampu berkontribusi dalam memperkuat pengawasan pemilu berbasis masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu dalam mendorong pengawasan partisipatif yang efektif dan berkelanjutan.
Penulis/Foto: Fitri
Editor: Syarif