Lompat ke isi utama

Berita

Moh. Fadjri Arsyad Dorong Penguatan Literasi Demokrasi melalui Pojok Pengawasan Kampus

Moh. Fadjri Arsyad

Moh. Fadjri Arsyad, saat menghadiri Konsolidasi Demokrasi bersama Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Kampus UNG, Senin (22/06/2026)

Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo - Literasi demokrasi dan kepemiluan perlu terus diperkuat di kalangan generasi muda melalui sarana edukasi yang berkelanjutan. Penegasan tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Moh. Fadjri Arsyad, saat menghadiri Konsolidasi Demokrasi bersama Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Kampus UNG, Senin (22/06/2026).

Konsolidasi Demokrasi yang dilaksanakan Bawaslu Provinsi Gorontalo tersebut membahas berbagai peluang kerja sama antara Bawaslu dan perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat serta memperkuat pendidikan politik di lingkungan akademik.

Fadjri menjelaskan bahwa mahasiswa merupakan kelompok strategis yang dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga kualitas demokrasi. Oleh karena itu, kampus perlu menjadi ruang yang aktif dalam membangun pemahaman tentang kepemiluan, pengawasan partisipatif, dan nilai-nilai demokrasi.

“Mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor pengawasan partisipatif. Karena itu, kami terus mendorong penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi agar pendidikan demokrasi dapat berjalan secara berkelanjutan,” kata Fadjri.

Konsolidasi Demokrasi

Konsolidasi Demokrasi bersama Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Kampus UNG, Senin (22/06/2026)

Ia juga mendorong optimalisasi Pojok Pengawasan di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo sebagai pusat informasi, edukasi, dan diskusi mengenai kepemiluan serta demokrasi. Menurutnya, keberadaan Pojok Pengawasan dapat menjadi media yang efektif untuk meningkatkan literasi kepemiluan di kalangan mahasiswa dan civitas akademika.

“Pojok Pengawasan merupakan ruang kolaborasi antara Bawaslu dan kampus dalam membangun kesadaran demokrasi. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai pusat edukasi dan pengembangan kajian kepemiluan,” tambahnya.

Melalui konsolidasi tersebut, Fadjri berharap Universitas Negeri Gorontalo terus menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mengembangkan pendidikan demokrasi, penelitian kepemiluan, serta pengawasan partisipatif yang melibatkan generasi muda.

Penulis: Fitri
Foto: Adityo
Editor: Syarif

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle