Lismawy Ibrahim: Penguatan SDM dan Kolaborasi Kunci Pengawasan Pemilu Berkualitas
|
Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo – Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Lismawy Ibrahim, menyoroti keterbatasan sumber daya manusia (SDM) pengawas sebagai salah satu tantangan dalam pelaksanaan pengawasan pemilu. Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama Kejaksaan Tinggi Gorontalo di Kantor Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Senin (22/6/2026).
Menurut Lismawy, jumlah personel pengawas yang tersedia saat ini belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan wilayah pengawasan yang luas. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan seluruh tahapan kepemiluan berjalan sesuai ketentuan.
Ia menjelaskan bahwa pengawasan pemilu memiliki cakupan yang sangat luas, mulai dari tahapan, peserta pemilu, hingga aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan pelanggaran. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.
Konsolidasi Demokrasi bersama Kejaksaan Tinggi Gorontalo di Kantor Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Senin (22/6/2026)
“Salah satu tantangan yang kami hadapi adalah keterbatasan SDM pengawas. Dengan jumlah personel yang ada, tentu tidak mudah menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan wilayah pengawasan secara maksimal,” ujar Lismawy.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Bawaslu terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk aparat penegak hukum, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, dan kelompok masyarakat lainnya.
Lismawy berharap masukan yang diperoleh melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi dapat menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat kapasitas kelembagaan pengawasan pemilu, baik dari sisi sumber daya manusia, regulasi, maupun pola kerja sama antar lembaga menjelang Pemilu dan Pilkada berikutnya.
Penulis/Foto: Fitri
Editor: Syarif