Lompat ke isi utama

Berita

Hadir di Podcast MALEO, Idris Bahas Pengawasan Partisipatif dan Ajak Publik Aktif Kawal Demokrasi

Idris Usuli

Idris Usuli, saat menjadi narasumber dalam Program Podcast MELEO (Media Literasi dan Edukasi Pemilu Online) di Kantor Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Rabu (29/04/2026)

Pohuwato, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo - Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli, menjadi narasumber dalam Program Podcast MALEO (Media Literasi dan Edukasi Pemilu Online) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Pohuwato di Kantor Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Rabu (29/04/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Mengawal Demokrasi: Pengawasan Pemilu di Daerah pada Tahapan Pemilu dan Pemilihan” sebagai upaya memperkuat peran publik dalam pengawasan pemilu.

Program podcast yang dipandu oleh host Indrawaty Saleh tersebut membahas secara mendalam pentingnya pengawasan partisipatif dalam menjaga integritas proses demokrasi. Dalam diskusi, Idris menekankan bahwa keberhasilan pengawasan pemilu tidak hanya bergantung pada lembaga pengawas, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat dari berbagai lapisan.

“Pengawasan tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif masyarakat. Oleh karena itu, partisipasi publik menjadi elemen kunci dalam menjaga kualitas demokrasi,” ujar Idris dalam sesi diskusi. Ia menjelaskan bahwa Bawaslu terus mendorong penguatan pengawasan partisipatif melalui berbagai program edukasi kepemiluan.

Idris Usuli

Idris Usuli, saat menjadi narasumber dalam Program Podcast MELEO (Media Literasi dan Edukasi Pemilu Online) di Kantor Bawaslu Kabupaten Pohuwato, Rabu (29/04/2026)

Lebih lanjut, Idris mengungkapkan bahwa edukasi kepemiluan menjadi strategi utama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Sasaran edukasi ini mencakup pelajar, mahasiswa, hingga komunitas masyarakat luas agar memahami peran dan tanggung jawab dalam proses demokrasi. Menurutnya, pemahaman yang baik akan mendorong masyarakat untuk turut serta dalam mengawasi setiap tahapan pemilu.

Namun demikian, ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi jajaran pengawas di lapangan, khususnya pada tingkat Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Keterbatasan jumlah personel menjadi kendala utama dalam menjalankan tugas pengawasan secara maksimal. “Kondisi ini menuntut pengawas untuk bekerja lebih teliti, profesional, dan berintegritas tinggi agar setiap tahapan pemilu berjalan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Pada sesi penutup, Idris mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih aktif dalam demokrasi. Ia menegaskan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi harus terlibat langsung melalui pengawasan partisipatif guna memastikan proses pemilu yang jujur dan adil.

Penulis: Fitri
Foto: Adityo
Editor: Syarif

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle