Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Provinsi Gorontalo Audiensi Bersama Alumni SKPP, Bahas Konsolidasi Demokrasi melalui Gorontalo Muda Demokrasi

Audiensi

Bawaslu Provinsi Gorontalo, saat menerima audiensi dari perwakilan Alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) pada Senin (26/01/2026)

Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Gorontalo menerima audiensi dari Alumni Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) pada Senin (26/01/2026) di ruang kerja masing-masing pimpinan. Audiensi tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo Idris Usuli bersama Anggota Bawaslu Moh. Fadjri Arsyad, Lismawy Ibrahim, dan Wahyudin Akili. Pertemuan ini membahas rencana pelaksanaan diskusi temu kader SKPP dan P2P dalam rangka konsolidasi demokrasi di Provinsi Gorontalo.

Audiensi dilakukan oleh perwakilan alumni SKPP dan P2P yang tergabung dalam inisiatif pembentukan organisasi Gorontalo Muda Demokrasi (GMD). Dalam pertemuan tersebut, pihak GMD menyampaikan rencana pembentukan komunitas lokal sebagai wadah konsolidasi kader pengawasan partisipatif di daerah. “Kami membentuk komunitas lokal yang kami namakan Gorontalo Muda Demokrasi (GMD),” ujar salah satu perwakilan GMD dalam penyampaiannya.

Lebih lanjut, pihak GMD menjelaskan agenda awal organisasi tersebut adalah menggelar diskusi temu kader yang direncanakan berlangsung pada 28 Januari 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi, pertukaran gagasan, serta penguatan jejaring kader SKPP dan P2P di Provinsi Gorontalo. “Sebagai agenda pertama, kami akan membuat diskusi temu kader yang kemungkinan dilaksanakan pada tanggal 28 Januari 2026,” lanjut perwakilan GMD.

Audiensi

Bawaslu Provinsi Gorontalo, saat menerima audiensi dari perwakilan Alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) pada Senin (26/01/2026)

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo Idris Usuli menyambut baik inisiatif para alumni SKPP dan P2P. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana strategis dalam mendorong peran aktif kader dalam pengawasan partisipatif. “Dengan adanya kegiatan itu, kader-kader SKPP akan semakin aktif dalam kegiatan pengawasan partisipatif,” kata Idris Usuli.

Idris menambahkan, keberadaan komunitas seperti GMD juga memiliki dampak positif bagi masyarakat luas. “Hal ini juga bagus memberikan pengaruh terhadap masyarakat untuk menjadi pengawas partisipatif,” ujarnya. Ia menegaskan, kegiatan diskusi dan temu kader tersebut sekaligus menjadi media edukasi dalam rangka penguatan demokrasi di Gorontalo. “Kegiatan seperti ini sebagai media edukasi dalam rangka penguatan demokrasi di Gorontalo,” tutup Idris Usuli.

Penulis/Foto: Fitri
Editor: Sayrif

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle