Wahyudin Akili Tekankan Konsistensi Pelaksanaan dan Evaluasi Kinerja pada Apel Perdana Ramadan
|
Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo — Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Wahyudin Akili, menegaskan pentingnya konsistensi pelaksanaan program dan penguatan evaluasi kinerja dalam Apel Rutin, Senin (23/02/2026). Apel yang digelar di lingkungan kantor Bawaslu Provinsi Gorontalo tersebut dihadiri Anggota Bawaslu lainnya John Hendri Purba, Kepala Sekretariat Nikson Entengo, jajaran struktural, serta seluruh pegawai.
Dalam arahannya, Wahyudin menyampaikan bahwa Senin merupakan momentum strategis untuk memulai seluruh agenda kerja satu pekan ke depan. Ia menekankan bahwa disiplin dan perencanaan yang matang menjadi fondasi utama dalam memastikan seluruh program berjalan efektif dan terukur.
“Senin adalah hari di mana kita memulai seluruh kegiatan satu minggu ke depan. Ini menjadi titik awal komitmen kita untuk memastikan setiap pekerjaan terlaksana dengan baik,” ujar Wahyudin di hadapan peserta apel.
Ia juga menyoroti bahwa apel tersebut merupakan pelaksanaan perdana di bulan suci Ramadan tahun ini. Menurutnya, momentum Ramadan harus dimanfaatkan tidak hanya sebagai ajang peningkatan spiritualitas, tetapi juga sebagai penguat etos kerja. “Perdana melaksanakan apel di bulan suci Ramadan tahun ini, semoga amal ibadah kita memperoleh berkah,” ungkapnya.
Apel Rutin di Lingkungan Bawaslu Provinsi Gorontalo, Senin (23/02/2026)
Lebih lanjut, Wahyudin mengingatkan bahwa saat ini organisasi berada di penghujung Februari, fase krusial dalam siklus manajemen kerja tahunan. Ia memaparkan bahwa proses perencanaan telah dilalui, dilanjutkan dengan tahapan pengorganisasian yang juga telah dilaksanakan. Saat ini, kata dia, seluruh jajaran tengah memasuki tahap implementasi dari rencana yang telah disusun hingga target penyelesaian tahun 2026.
“Hari ini kita berada di ujung bulan Februari. Setiap pekerjaan perlu memperhatikan proses perencanaannya dan hal itu sudah kita lewati. Pengorganisasian pun sudah kita lakukan, dan saat ini kita berada pada proses pelaksanaan seluruh perencanaan yang telah kita organisir. Tentu kita berharap adanya konsistensi dalam pelaksanaannya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tahapan akhir yang tidak kalah penting adalah evaluasi. Seluruh program dan kegiatan yang telah dilaksanakan, menurutnya, wajib diukur dan dievaluasi secara sistematis agar capaian kinerja dapat teridentifikasi secara objektif dan menjadi dasar perbaikan berkelanjutan.
Menutup arahannya, Wahyudin mengajak seluruh jajaran untuk menghargai waktu serta memanfaatkan bulan suci Ramadan sebagai momentum bekerja secara optimal dan bernilai ibadah. “Saya mengajak kepada kita semua mari kita menghargai waktu. Bulan suci Ramadan mari kita manfaatkan untuk bekerja dengan sebaik mungkin agar bisa menjadi nilai ibadah,” pungkasnya.
Penulis/Foto: Fitri
Editor: Syarif