Lompat ke isi utama

Berita

Wahyudin Akili Ajak Masyarakat Waspadai Politik Uang

Wahyudin Akili

Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Wahyudin Akili, saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Gorontalo pada Jumat (06/03/2026)

Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo - Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Wahyudin Akili, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Gorontalo pada Jumat (06/03/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengawasan pemilu serta mendorong partisipasi publik dalam menjaga kualitas demokrasi.

Dalam sambutannya, Wahyudin menjelaskan bahwa Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) merupakan salah satu dari tiga lembaga penyelenggara pemilu bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Ia menegaskan bahwa Bawaslu memiliki tanggung jawab mengawasi seluruh tahapan pemilu agar berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Bawaslu merupakan salah satu dari tiga lembaga penyelenggara pemilu bersama KPU dan DKPP. Tugas utama Bawaslu adalah mengawasi jalannya seluruh tahapan pemilu agar berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Wahyudin dalam sambutannya.

Ia juga menekankan bahwa momentum bulan suci Ramadhan perlu dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat edukasi politik kepada masyarakat. Menurutnya, peningkatan kesadaran publik sangat penting agar masyarakat dapat lebih cerdas dan bijak dalam menentukan pilihan pada pelaksanaan pemilu mendatang, sekaligus menghindari berbagai praktik pelanggaran seperti politik uang.

Wahyudin Akili

Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Wahyudin Akili, saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Gorontalo pada Jumat (06/03/2026)

“Momentum Ramadhan ini harus kita manfaatkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih pemimpin. Salah satu hal yang perlu kita waspadai bersama adalah praktik politik uang,” tambahnya.

Selain itu, Wahyudin mengimbau masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menyebarkan pemahaman tentang pemilu, terutama kepada lingkungan keluarga. Ia secara khusus mengajak kaum ibu agar dapat menjadi agen edukasi demokrasi di rumah maupun di lingkungan sekitar.

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kelompok disabilitas dan lanjut usia dalam pelaksanaan pemilu. Menurutnya, penyediaan fasilitas yang ramah dan aksesibel menjadi hal penting agar seluruh warga negara, termasuk disabilitas dan lansia, dapat menggunakan hak pilihnya secara optimal.

Menutup sambutannya, Wahyudin menegaskan bahwa pemilu memiliki peran strategis bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya berpartisipasi dalam menggunakan hak pilih, tetapi juga turut mengawal jalannya pemerintahan serta mengawasi realisasi janji-janji para pemimpin yang terpilih.

Penulis/Foto: Humas Bws KabGor

Editor: Fitri/Syarif

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle