Lompat ke isi utama

Berita

Puisi John Hendri Purba Bertajuk “Delapan Belas Tahun Mengawal Demokrasi” Warnai Tasyakuran HUT ke-18 Bawaslu

John Hendri Purba

John Hendri Purba saat memberikan sambutan dalam kegiatan tasyakuran HUT ke-18 Bawaslu yang digelar di Aula Amin Abdullah Bawaslu Provinsi Gorontalo, Kamis (09/04/2026)

Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo — Suasana khidmat dan penuh refleksi mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang digelar Bawaslu Provinsi Gorontalo melalui kegiatan tasyakuran bertema “Mengukuhkan Demokrasi” di Aula Amin Abdullah, Kamis (09/04/2026). Momentum ini ditandai dengan pembacaan puisi oleh Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, John Hendri Purba, yang menggambarkan perjalanan panjang lembaga tersebut dalam mengawal demokrasi di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, John Hendri Purba menyampaikan puisi berjudul “Delapan Belas Tahun Mengawal Demokrasi”. Puisi tersebut menekankan peran Bawaslu sebagai pengawal suara rakyat yang bekerja tanpa lelah menjaga integritas pemilu. “Di tiap fajar yang menyapa negeri, ada mata yang tak lelah mengawasi, langkah-langkah sunyi penuh arti, menjaga suara rakyat tetap suci,” kutipnya di hadapan para undangan.

Lebih lanjut, puisi itu juga menggambarkan bahwa usia 18 tahun bukan sekadar angka, melainkan simbol dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga demokrasi. “Delapan belas tahun telah terukir, dalam sejarah pengabdian yang hadir, bukan sekadar angka yang berakhir, namun janji yang terus mengalir,” lanjutnya, menegaskan dedikasi Bawaslu dalam setiap tahapan pemilihan.

John Hendri Purba

John Hendri Purba saat memberikan sambutan dalam kegiatan tasyakuran HUT ke-18 Bawaslu yang digelar di Aula Amin Abdullah Bawaslu Provinsi Gorontalo, Kamis (09/04/2026)

Dalam bait lainnya, John menyoroti tantangan yang dihadapi dalam menjaga integritas demokrasi di tengah berbagai kepentingan. Ia menegaskan pentingnya keteguhan sikap dan integritas dalam menjalankan tugas pengawasan. “Di tengah godaan dan riuh kepentingan, engkau berdiri tegak tanpa keraguan, menjadi penjaga keadilan, mengawal harapan dalam setiap pemilihan,” ujarnya.

Sebagai penutup, puisi tersebut mengajak seluruh jajaran Bawaslu untuk terus menjaga amanah dan kepercayaan publik. “Bawaslu, engkau lentera demokrasi, menyinari jalan penuh integritas dan dedikasi,” serta “Teruslah melangkah tanpa lelah, mengawal amanah dengan penuh berkah,” menjadi pesan kuat yang disampaikan dalam peringatan tersebut.

Kegiatan tasyakuran ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh jajaran Bawaslu untuk terus memperkuat peran dalam mewujudkan demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat. Dengan tema “Mengukuhkan Demokrasi”, Bawaslu Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk tetap teguh, jernih, dan mengabdi demi kualitas demokrasi yang lebih baik di masa mendatang.

"Delapan Belas Tahun Mengawal Demokrasi"

Di tiap fajar yang menyapa negeri,
Ada mata yang tak lelah mengawasi,
Langkah-langkah sunyi penuh arti,
Menjaga suara rakyat tetap suci.

Delapan belas tahun telah terukir,
Dalam sejarah pengabdian yang hadir,
Bukan sekadar angka yang berakhir,
Namun janji yang terus mengalir.

Di tengah godaan dan riuh kepentingan,
Engkau berdiri tegak tanpa keraguan,
Menjadi penjaga keadilan,
Mengawal harapan dalam setiap pemilihan.

Bawaslu, engkau lentera demokrasi,
Menyinari jalan penuh integritas dan dedikasi,
Mengajarkan arti jujur dan berani,
Untuk negeri yang lebih bermartabat dan pasti.

Teruslah melangkah tanpa lelah,
Mengawal amanah dengan penuh berkah,
Karena di tanganmu, kepercayaan bersemi,
Untuk Indonesia yang adil dan demokrasi sejati.

Selamat ulang tahun ke-18,
Tetap teguh, tetap jernih, tetap mengabdi


By: John Hendri Purba

Penulis/Foto: Fitri
Editor: Syarif

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle