Orientasi PPPK Bawaslu Se-Gorontalo Dimulai, Ketua Tekankan Disiplin dan Etika Kerja sebagai Fondasi ASN
|
Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo - Bawaslu Provinsi Gorontalo resmi membuka kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo yang berlangsung di Aula Amin Abdullah Bawaslu Provinsi Gorontalo, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh PPPK Bawaslu Provinsi secara luring, sementara peserta dari Bawaslu Kabupaten/Kota mengikuti pembukaan secara daring melalui Zoom. Pembukaan dilakukan langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli, serta dihadiri Kepala Bagian Administrasi Admira Wantogia, pejabat fungsional Bagian SDM, Ketua dan Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo.
Dalam arahannya, Idris Usuli menegaskan bahwa orientasi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan miniatur pelaksanaan tugas sebagai aparatur sipil negara. Menurutnya, seluruh peserta harus menjadikan orientasi sebagai ruang untuk membangun karakter, etika, dan kedisiplinan yang nantinya diterapkan dalam lingkungan kerja. Ia meminta panitia menyusun kontrak belajar yang rinci dan wajib dipatuhi seluruh peserta selama pelaksanaan orientasi.
"Saya tidak mau pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan hari ini sampai dengan tanggal 15 nanti hanya asal-asalan, karena kita punya target bahwa teman-teman yang melaksanakan orientasi dapat mengimplementasikannya pada saat menjadi pegawai di instansi masing-masing. Ini yang menjadi penekanan saya," tegas Idris.
Bawaslu Provinsi Gorontalo resmi membuka kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo yang berlangsung di Aula Amin Abdullah Bawaslu Provinsi Gorontalo, Senin (6/7/2026)
Orientasi dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, mulai 8 hingga 15 Juli 2026. Selama kegiatan berlangsung, peserta diwajibkan mematuhi aturan berpakaian, menjaga kerapian, menggunakan atribut sesuai ketentuan, serta menerapkan disiplin dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran. Idris juga meminta penggunaan telepon genggam dibatasi dan hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu, seperti saat dihubungi oleh orang tua, suami atau istri, maupun anak. Ketentuan tersebut, menurutnya, harus dimasukkan ke dalam kontrak belajar sebagai bagian dari pembentukan budaya disiplin ASN.
Selain itu, Idris mengingatkan pentingnya menjaga sikap selama mengikuti orientasi, termasuk saat mengikuti pembelajaran secara daring. Ia meminta peserta tetap berpakaian rapi, mengikuti tata tertib, serta menunjukkan penghormatan ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya maupun Mars Bawaslu. Menurutnya, hal-hal tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus pembiasaan etika sebagai aparatur negara.
"Saya berharap kepada saudara-saudara sekalian dapat melaksanakan ini dengan sebaik-baiknya. Kontrak belajar harus dibuat sampai sedetail mungkin agar orientasi ini benar-benar menjadi pelajaran awal tentang disiplin kerja. Apa yang dipelajari di sini harus menjadi bekal saat mengabdi kepada negara," ujar Idris.
Melalui pelaksanaan orientasi ini, Bawaslu Provinsi Gorontalo berharap seluruh PPPK mampu memahami budaya kerja, meningkatkan kedisiplinan, serta menginternalisasi nilai-nilai profesionalisme sejak awal masa pengabdian. Dengan demikian, para PPPK di lingkungan Bawaslu Provinsi maupun Kabupaten/Kota se-Gorontalo diharapkan mampu memberikan kinerja terbaik dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan Bawaslu.
Penulis/Foto: Fitri
Editor: Syarif