Lismawy Ibrahim Dorong Penguatan Peran Fasilitator dalam Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026
|
Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo - Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Lismawy Ibrahim menekankan pentingnya kesiapan fasilitator dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) fasilitator P2P Tahun 2026 yang digelar melalui Zoom Meeting, Rabu (13/05/2026).
Menurut Lismawy Ibrahim, keberhasilan pelaksanaan P2P tidak hanya ditentukan oleh kualitas materi, tetapi juga kemampuan fasilitator dalam membangun komunikasi dan interaksi yang baik dengan peserta. Ia menilai fasilitator memiliki peran penting dalam memastikan materi pengawasan partisipatif dapat dipahami secara menyeluruh oleh peserta di daerah masing-masing.
“Fasilitator harus mampu membangun suasana pembelajaran yang aktif dan komunikatif agar peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga memahami makna pengawasan partisipatif dan mampu menerapkannya di lingkungan masing-masing,” ujar Lismawy Ibrahim.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ToT yang dinilai menjadi ruang penyamaan persepsi antara Bawaslu Provinsi Gorontalo dan Bawaslu Kabupaten/Kota terkait substansi serta metode pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif. Menurutnya, keseragaman pemahaman menjadi penting agar tujuan pembentukan kader pengawas partisipatif dapat tercapai secara maksimal.
Kegiatan Training of Trainers (ToT) fasilitator P2P Tahun 2026 yang digelar melalui Zoom Meeting, Rabu (13/05/2026)
Selain itu, Lismawy menegaskan bahwa penguatan pengawasan partisipatif harus terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama dalam menghadapi dinamika pemilu dan perkembangan informasi di tengah masyarakat. Ia berharap para fasilitator mampu menjadi penggerak dalam membangun kesadaran masyarakat untuk ikut terlibat aktif dalam pengawasan pemilu.
Kegiatan ToT fasilitator P2P Tahun 2026 tersebut dihadiri pimpinan Bawaslu Provinsi Gorontalo, pejabat struktural, pelaksana bagian pengawasan, serta fasilitator dari seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pelaksanaan P2P pada 19 Mei 2026 mendatang dapat berjalan optimal dan melahirkan kader pengawas partisipatif yang aktif, kritis, dan berintegritas.
Penulis/Foto: Fitri
Editor: Syarif