Lismawy Ibrahim Ajak Pelajar MA Al Huda Aktif Awasi Demokrasi Sejak Dini
|
Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo - Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Lismawy Ibrahim, menegaskan pentingnya pendidikan pengawasan partisipatif bagi pelajar sebagai upaya memperkuat kualitas demokrasi di masa depan. Hal tersebut disampaikannya dalam Apel Pendidikan Pengawasan Partisipatif yang digelar di Madrasah Aliyah Al Huda, Kota Gorontalo, Kamis (29/01/2026).
Menurut Lismawy, pelajar memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi, kejujuran, dan integritas sejak dini. Melalui pendidikan pengawasan partisipatif, siswa diharapkan mampu memahami peran serta tanggung jawab warga negara dalam mengawal proses demokrasi, khususnya pada setiap tahapan pemilu.
“Pengawasan partisipatif tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, termasuk para pelajar, agar demokrasi kita berjalan jujur dan adil,” ujar Lismawy Ibrahim dalam amanatnya di hadapan peserta apel.
Lismawy Ibrahim saat memberikan sosialisasi dalam Apel Pendidikan Pengawasan Partisipatif yang digelar di Madrasah Aliyah Al Huda, Kota Gorontalo, Kamis (29/01/2026)
Ia menjelaskan, pendidikan pengawasan partisipatif bertujuan untuk membangun kesadaran kritis generasi muda terhadap potensi pelanggaran pemilu serta mendorong keberanian untuk melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran. Dengan demikian, pelajar tidak hanya menjadi pemilih cerdas, tetapi juga pengawas sosial di lingkungannya masing-masing.
Kegiatan apel tersebut menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Provinsi Gorontalo dalam memperluas jangkauan edukasi pengawasan kepada segmen pemilih pemula. Lismawy berharap, melalui kegiatan ini, nilai-nilai demokrasi dapat tertanam kuat di lingkungan sekolah dan berkontribusi pada terciptanya pemilu yang berintegritas di Gorontalo.
Penulis/Foto: Fitri
Editor: Syarif