Konsolidasi Demokrasi Bawaslu Gorontalo–PKS: Bahas Evaluasi Pemilu dan Arah Penguatan Kelembagaan
|
Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo – Bawaslu Provinsi Gorontalo melakukan konsolidasi demokrasi bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kantor DPW PKS Provinsi Gorontalo, Selasa (28/04/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut instruksi Bawaslu RI dalam rangka menghimpun masukan dari partai politik sekaligus mengevaluasi dinamika pelaksanaan demokrasi pada Pemilu 2024.
Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, Idris Usuli, memimpin langsung kunjungan tersebut bersama Anggota Bawaslu Wahyudin Akili, Lismawy Ibrahim, dan Moh. Fadjri Arsyad, didampingi Kepala Bagian Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu dan Hukum, Yusnandar Karim, serta jajaran staf. Rombongan diterima oleh Ketua DPW PKS, Adnan Entengo, Sekretaris Partai, dan pengurus DPW PKS.
Dalam pertemuan tersebut, Idris Usuli menegaskan bahwa konsolidasi demokrasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pengawasan pemilu ke depan. “Kedatangan kami dalam rangka menindaklanjuti instruksi Bawaslu RI untuk melakukan konsolidasi demokrasi bersama partai politik. Kegiatan ini juga untuk melaksanakan diskusi atas isu-isu yang berkembang selama pelaksanaan demokrasi tahun 2024 kemarin, serta menghimpun masukan dari partai terkait penguatan kelembagaan Bawaslu ke depan,” ujarnya.
Bawaslu Provinsi Gorontalo saat melakukan konsolidasi demokrasi bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kantor DPW PKS Provinsi Gorontalo, Selasa (28/04/2026)
Sementara itu, Ketua DPW PKS Gorontalo, Adnan Entengo, menyampaikan sejumlah perkembangan internal partai. Ia mengungkapkan bahwa PKS telah melakukan pembaruan struktur kepengurusan yang telah disampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum melalui aplikasi Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL). “Alhamdulillah kami sudah memperbaharui struktur partai dan SK-nya telah kami sampaikan ke KPU melalui aplikasi SIPOL,” jelasnya.
Adnan juga menambahkan bahwa kepengurusan PKS saat ini telah terbentuk hingga tingkat kabupaten/kota, dan sedang dalam tahap persiapan untuk pembentukan pengurus di tingkat kecamatan. Selain itu, pihaknya juga tengah melaksanakan pendidikan politik sebagai bagian dari penguatan internal partai. “Dari kepengurusan yang telah kami bentuk, komposisi keterwakilan 30 persen perempuan tetap kami jaga,” tambahnya.
Melalui konsolidasi ini, Bawaslu Provinsi Gorontalo berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara lembaga pengawas pemilu dan partai politik, sehingga dapat mendorong kualitas demokrasi yang lebih baik, transparan, dan partisipatif di masa mendatang.
Penulis/Foto: Fitri
Editor: Syarif