John Hendri Purba: Alumni P2P Harus Hadir dalam Setiap Tahapan Pemilu
|
Bone Bolango, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo – Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, John Hendri Purba, menegaskan pentingnya keterlibatan alumni Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan dan menjaga kualitas demokrasi.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Diskusi Hukum Tematik bertajuk “Kerawanan Isu Strategis Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB)” yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Gorontalo bersama alumni P2P di Kinetic Space, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (21/10/2026).
John menjelaskan bahwa pelaksanaan demokrasi melalui pemilu memiliki mekanisme serta tahapan yang harus dipahami oleh masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan alumni P2P dinilai penting dalam mendukung proses pengawasan yang tidak hanya berfokus pada hari pemungutan suara.
“Alumni P2P harus hadir dalam setiap tahapan pemilu. Ketika kita berbicara tentang demokrasi dan pemilu, terdapat mekanisme serta tahapan yang perlu dipahami dan diawasi bersama agar proses demokrasi berjalan dengan baik,” ujar John.
Ia menuturkan bahwa Bawaslu Provinsi Gorontalo terus berupaya melibatkan alumni P2P dalam berbagai kegiatan sebagai bagian dari penguatan hubungan kelembagaan dengan masyarakat yang telah mendapatkan pendidikan pengawasan partisipatif.
Menurutnya, keberadaan alumni P2P memiliki arti penting dalam membangun kesadaran pengawasan di tengah masyarakat sekaligus menjadi mitra strategis Bawaslu dalam memperoleh informasi dan masukan terkait persoalan kepemiluan.
Bawaslu Provinsi Gorontalo menggelar Diskusi Hukum Tematik bertajuk “Kerawanan Isu Strategis Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB)”, di Kinetic Space, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (21/10/2026)
John juga menyinggung kondisi efisiensi anggaran yang saat ini dihadapi lembaga. Meski demikian, menurutnya, Bawaslu tetap berupaya menyelenggarakan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi penguatan demokrasi dan keterlibatan masyarakat.
“Di tengah efisiensi anggaran, Bawaslu terus berupaya menghadirkan kegiatan yang bermanfaat. Karena itu, mari kita manfaatkan forum ini untuk berdiskusi, bertukar pandangan, dan menghasilkan gagasan konstruktif bagi perbaikan pelaksanaan demokrasi ke depan,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi mampu menghasilkan pemikiran dan rekomendasi yang dapat mendukung langkah perbaikan dalam pelaksanaan pengawasan pemilu.
Melalui kolaborasi bersama alumni P2P, John optimistis keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mewujudkan proses demokrasi yang semakin berkualitas.
Penulis/Foto: Fitri
Editor: Syarif