Lompat ke isi utama

Berita

Dari Refleksi ke Aksi: Fadjri Arsyad Uraikan Inovasi Pengawasan dan Partisipasi Publik Bawaslu Gorontalo

Moh. Fadjri Arsyad

Moh. Fadjri Arsyad saat menyampaikan materi dalam Kegiatan Ngabuburit Pengawasa bertema “Refleksi, Kolaborasi dan Inovasi Kinerja Bawaslu Provinsi Gorontalo” yang digelar secara daring, Selasa (03/03/2026)

Gorontalo, Badan Pengawas Pemilu Umum Gorontalo – Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Moh. Fadjri Arsyad, menegaskan pentingnya penguatan strategi pencegahan pelanggaran, pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), serta optimalisasi partisipasi masyarakat dan kehumasan dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan bertema “Refleksi, Kolaborasi dan Inovasi Kinerja Bawaslu Provinsi Gorontalo” yang digelar secara daring, Selasa (03/03/2026). Penegasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari refleksi kinerja tahun 2025 dan strategi inovasi 2026 di masa non-tahapan Pemilu.

Dalam pemaparannya, Fadjri menjelaskan bahwa pada tahun 2025, fokus pengawasan diarahkan pada pencegahan pelanggaran dan pengawasan PDPB melalui langkah-langkah sistematis. “Upaya pencegahan pelanggaran kami lakukan melalui koordinasi dengan KPU Provinsi, koordinasi dengan dinas atau instansi terkait di tingkat provinsi, membuka posko pengaduan masyarakat baik secara offline maupun online, hingga supervisi dan monitoring pelaksanaan uji petik,” ujarnya. Selain itu, publikasi hasil kerja pengawasan juga menjadi instrumen transparansi kepada masyarakat.

Ngebuburit Pengawasan

Kegiatan Ngabuburit Pengawasa bertema “Refleksi, Kolaborasi dan Inovasi Kinerja Bawaslu Provinsi Gorontalo” yang digelar secara daring, Selasa (03/03/2026)

Ia menambahkan, penguatan partisipasi masyarakat menjadi agenda strategis yang dijalankan melalui pendekatan kolaboratif dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo. Program edukasi demokrasi di masa non-tahapan dilaksanakan secara non-budgeter melalui Apel Pendidikan Pengawasan Partisipatif di SMA, SMK, dan MA, serta pendidikan politik kepada pemilih pemula. “Partisipasi masyarakat harus dibangun sejak dini melalui pendidikan politik dan pengawasan partisipatif,” tegasnya.

Memasuki tahun 2026, strategi dan inovasi pengawasan semakin diperluas. Fadjri menyebutkan adanya penguatan konsolidasi demokrasi dan bimbingan teknis penguatan pengawasan PDPB. “Kami tidak hanya melakukan pengawasan langsung dan uji petik, tetapi juga memperkuat konsolidasi demokrasi sebagai bagian dari pencegahan yang berkelanjutan,” jelasnya. Posko pengaduan masyarakat tetap dipertahankan sebagai kanal kontrol publik terhadap proses pemutakhiran data pemilih.

Moh. Fadjri Arsyad

Kegiatan Ngabuburit Pengawasa bertema “Refleksi, Kolaborasi dan Inovasi Kinerja Bawaslu Provinsi Gorontalo” yang digelar secara daring, Selasa (03/03/2026)

Di bidang kehumasan, inovasi dilakukan melalui produksi konten kreatif dan penguatan branding kelembagaan. Salah satu terobosan yang diperkenalkan adalah Podcast BUHELI (BawaslU Hulonthalo Edukasi PemiLIh), serta optimalisasi media sosial sebagai kanal transparansi publik. “Strategi optimalisasi kehumasan kami arahkan pada produksi podcast tematik, video edukasi, live streaming kegiatan, dan digital branding kelembagaan yang lebih adaptif,” ungkap Fadjri. Melalui refleksi dan inovasi tersebut, Bawaslu Provinsi Gorontalo berkomitmen memperkuat pengawasan partisipatif dan menjaga kualitas demokrasi di daerah.

Penulis/Foto: Fitri
Editor: Syarif

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle