Bawaslu Temui TVRI Gorontalo, Wahyudin Akili: Informasi Pemilu Harus Sampai Lebih Awal
|
Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo – Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Wahyudin Akili, menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung penguatan demokrasi dan pengawasan pemilu saat kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama TVRI Gorontalo yang berlangsung di Kantor TVRI Gorontalo, Kamis (04/06/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional Bawaslu yang bertujuan menghimpun berbagai informasi, data, serta masukan dari para pemangku kepentingan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kelembagaan pengawas pemilu. Dalam kegiatan itu, Bawaslu Provinsi Gorontalo diterima langsung oleh Kepala Stasiun TVRI Gorontalo, Abraham M.L. Rumere bersama jajaran.
Wahyudin Akili menjelaskan bahwa konsolidasi demokrasi tidak hanya dilakukan dengan partai politik dan unsur Forkopimda, tetapi juga dengan media massa yang memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap proses demokrasi.
“Kami dalam rangka melaksanakan Konsolidasi Demokrasi. Kegiatan ini merupakan program nasional, di mana kami diminta untuk melakukan konsolidasi demokrasi dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti partai politik, Forkopimda, dan termasuk juga media. Untuk itu kami datang ke TVRI guna menghimpun seluruh informasi dan data yang berkaitan dengan pelaksanaan demokrasi sebagai dasar evaluasi untuk perbaikan lembaga Bawaslu ke depan,” ujar Wahyudin.
Menurutnya, media memiliki posisi penting sebagai jembatan informasi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat. Oleh karena itu, Bawaslu Provinsi Gorontalo berharap sinergi yang telah terbangun bersama TVRI Gorontalo dapat terus diperkuat, khususnya dalam menyampaikan informasi kepemiluan kepada masyarakat secara lebih dini dan berkelanjutan.
Konsolidasi Demokrasi bersama TVRI Gorontalo yang berlangsung di Kantor TVRI Gorontalo, Kamis (04/06/2026)
“Media sangat penting bagi kami. Kami membutuhkan sinergi dari teman-teman TVRI ke depan agar informasi kepemiluan dapat tersampaikan kepada masyarakat jauh sebelum pelaksanaan pemilu. Dengan demikian, masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik terkait tahapan, aturan, maupun pentingnya pengawasan partisipatif,” lanjutnya.
Selain membahas penguatan kolaborasi, Wahyudin juga meminta masukan dari pihak TVRI terkait berbagai tantangan yang dihadapi media selama pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Tahun 2024. Menurutnya, pengalaman tersebut sangat berharga untuk menjadi bahan evaluasi bersama dalam meningkatkan kualitas pengawasan dan pelayanan informasi publik.
“Jika terdapat kendala-kendala yang dihadapi TVRI saat pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024, kami berharap hal tersebut dapat disampaikan kepada Bawaslu. Sekali lagi, seluruh masukan yang diberikan bertujuan untuk perbaikan kelembagaan pengawas pemilu agar semakin profesional, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkas Wahyudin.
Melalui kegiatan konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Provinsi Gorontalo berkomitmen terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk media massa, guna memperkuat kualitas demokrasi dan pengawasan pemilu yang lebih partisipatif di Provinsi Gorontalo.
Penulis/Foto: Fitri
Editor: Syarif