Lompat ke isi utama

Berita

Apel di Boalemo, Bawaslu Provinsi Gorontalo Perkuat Pembinaan dan Integritas Jajaran

Apel

Bawaslu Provinsi Gorontalo saat melakukan penguatan pembinaan kelembagaan kepada jajaran Bawaslu Kabupaten Boalemo melalui pelaksanaan apel pagi, Senin (28/09/2026)

Boalemo, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Gorontalo – Bawaslu Provinsi Gorontalo melakukan penguatan pembinaan kelembagaan kepada jajaran Bawaslu Kabupaten Boalemo melalui pelaksanaan apel pagi, Senin (28/09/2026). Apel tersebut dipimpin Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo Wahyudin Akili selaku Koordinator Wilayah Bawaslu Kabupaten Boalemo.

Kegiatan dihadiri Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo Idris Usuli bersama Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo Moh. Fadjri Arsyad dan John Hendri Purba, serta diikuti seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Boalemo. Kehadiran jajaran Bawaslu Provinsi Gorontalo menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi pembinaan sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan tugas kelembagaan di tingkat kabupaten.

Dalam arahannya, Wahyudin menegaskan bahwa apel pagi tidak boleh dipandang sekadar sebagai kegiatan rutin, tetapi harus menjadi ruang pembinaan, evaluasi, serta penguatan tanggung jawab seluruh personel dalam menjalankan tugas dan fungsi kelembagaan.

“Apel pagi bukan hanya kegiatan rutin. Ini merupakan bagian dari pembinaan dan menjadi pengingat bahwa setiap kita memiliki tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan serta terhadap lembaga tempat kita bekerja,” ujar Wahyudin.

Menurutnya, fungsi pembinaan Bawaslu Provinsi terhadap Bawaslu Kabupaten/Kota perlu terus dioptimalkan. Setiap kekurangan maupun kesalahan yang ditemukan dalam pelaksanaan pekerjaan harus dikonfirmasi, dievaluasi, dan dijadikan bahan perbaikan agar tidak kembali terulang dalam pelaksanaan kegiatan berikutnya.

Apel

Bawaslu Provinsi Gorontalo saat melakukan penguatan pembinaan kelembagaan kepada jajaran Bawaslu Kabupaten Boalemo melalui pelaksanaan apel pagi, Senin (28/09/2026)

“Kalau ada kekurangan, harus kita perbaiki. Kalau ada informasi atau data yang akan disampaikan, pastikan terlebih dahulu kebenaran dan kelengkapannya. Setiap kegiatan yang kita laksanakan harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” tegasnya.

Wahyudin juga mengingatkan seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalitas dengan menjadikan nilai-nilai dasar ASN sebagai pedoman dalam bekerja. Hal tersebut, menurutnya, berlaku bagi seluruh aparatur, termasuk PPPK yang telah menjadi bagian dari lingkungan Bawaslu. Setiap personel dituntut mampu menyelesaikan pekerjaan secara mandiri tanpa mengabaikan pentingnya koordinasi dan kerja sama.

Selain meningkatkan kualitas pekerjaan, jajaran Bawaslu juga diminta menjaga integritas dan nama baik lembaga. Wahyudin mengingatkan bahwa di tengah pelaksanaan tugas pengawasan Pemilu dan berbagai agenda kelembagaan, kondisi internal organisasi harus tetap menjadi perhatian agar persoalan dari dalam tidak justru menghambat pelaksanaan tugas Bawaslu.

“Kita melakukan pengawasan terhadap pihak lain, maka dari internal kita sendiri juga harus dijaga. Jangan sampai persoalan justru muncul dari dalam dan merusak lembaga. Setiap tugas yang sudah kita terima harus diselesaikan dengan penuh tanggung jawab, bukan sekadar menggugurkan kewajiban,” katanya.

Pada akhir arahannya, Wahyudin turut mengingatkan pentingnya menjadikan nilai moral dan keagamaan sebagai landasan dalam menjalankan pekerjaan. Tanggung jawab sebagai aparatur, menurutnya, bukan hanya berkaitan dengan kewajiban kelembagaan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral yang tercermin melalui kedisiplinan, sikap, perilaku, serta kesungguhan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan.

Penulis: Fitri
Foto: Humas Bws Boalemo
Editor: Syarif

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle